Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengaduan Braille Puskesmas Lajukan Langkah Kota Malang Ramah Disabilitas

Mardi Sampurno • Selasa, 31 Mei 2022 | 03:32 WIB
JELASKAN INOVASI BREXIT: Wali Kota Malang Sutiaji (depan, tengah) didampingi Kadinkes Kota Malang Husnul Muarif (depan, kiri) dan Kepala Puskesmas  Janti Endang Listyowati (depan, kanan) saat pemaparan evaluasi lanjutan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pel
JELASKAN INOVASI BREXIT: Wali Kota Malang Sutiaji (depan, tengah) didampingi Kadinkes Kota Malang Husnul Muarif (depan, kiri) dan Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati (depan, kanan) saat pemaparan evaluasi lanjutan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pel
MALANG KOTA- Membumikan cita-cita menghadirkan layanan, utamanya layanan kesehatan yang setara bagi semua masyarakat menjadi bagian dari visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang dalam RPJMD 2018-2023. Wali Kota Malang Sutiaji terus mendorong setiap pelayanan untuk berinovasi dan berimprovisasi dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Yaitu pemerataan akses kesehatan untuk semua lapisan masyarakat.Inovasi sederhana dalam lingkup mikro yang adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas seperti apa yang sedang dirintis Puskesmas Janti dapat menjadi wadah pembelajaran pendorong kemajuan.

Photo
Photo
PERNAH SABET TOP 45 INOVASI PELAYANAN PUBLIK: Suasana Puskesmas Janti, belum lama ini. Puskesmas ini mengikuti punya program andalan Braille E-Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities (BREXIT). (Humas Pemkot Malang For Radar Malang)

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji kala memaparkan inovasi pelayanan Puskesmas Janti dalam tahap Evaluasi Lanjutan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) Kementerian PAN-RB Tahun 2022 secara daring dari Bandar Lampung, Jumat (27/5). ”Kami ingin saudara disabilitas juga semakin mudah mengakses layanan pengaduan.  Ini yang coba kita rintis lewat pengaduan berbasis braille di Puskesmas Janti,” tutur Sutiaji pada dewan juri kompetisi P4.

Lewat inovasi pengaduan tersebut puskesmas menyediakan papan penanda yang dilengkapi huruf braille untuk memandu para penyandang disabilitas netra yang ingin menyampaikan keluhan layanan. Kemudian dengan mengakses QR Code khusus, pengguna akan diarahkan pada website dan prosedur lanjutan yang dapat diakses dengan suara melalui setting smartphone yang digunakan dan atau aplikasi tambahan bagi penyandang disabilitas netra. ”Puskesmas sebagai FKTP punya peran penting kesehatan dan penyehatan masyarakat.  Di Janti rata-rata 150 pasien per hari dan tentu dalam prosesnya, menjadi komitmen kami bahwa layanan pengaduan di era digital harus beradaptasi. Termasuk Kota Malang harus makin ramah disabilitas,” tambah Sutiaji.

Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKep Ners M MKes me­nambajkan tero­bosan kanal pengaduan dengan huruf braille tersebut mulai dirintis 2021 lalu. ”Tujuannya me­nambah ke­mandirian penyandang disabilitas yang datang ke Pus­kesmas Janti. Pen­dampingan disiapkan dan sejauh ini responnya baik,” terang Endang. Inisiatif sarat pesan inklusivitas layanan tersebut sekaligus menjadi bentuk pe­ngembangan dari inovasi Braille E-Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities (BREXIT) yang pertama kali diluncurkan pada 2017 dan meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2020.

Endang menambahkan dalam kurun 2019-2021 pihaknya juga terus memperkuat respons pengaduan via kanal media sosial bagi masyarakat umum. Selain itu, pengaduan telah ter­inte­grasi dengan sistem nasional SP4N LAPOR! sehingga lebih akun­tabel dan terukur. ”Persentase penyelesaian pengaduan berhasil diting­katkan dari 78 persen di 2019 menjadi 100 persen di 2020 dan 2021.  Untuk kecepatan waktu respons, 72,2 persen ditun­taskan dalam waktu maksimal dua hari kerja,”  tutur Endang.

Dalam kompetisi P4 Tahun 2022, dua Unit Pelayanan Publik (UPP) yakni Puskesmas Janti dan Perumda Tugu Tirta lolos ke tahap evaluasi lanjutan bagi 51 besar peserta seluruh Indonesia.  Sederet pakar berintegritas dari berbagai bidang keilmuan menjadi juri.  Di antaranya, Gita Wirjawan, Meuthia Gani Rochman, Taufiq Rahman, Eva Kusuma Sundari, dan Sad Dian Utomo. (dik) Editor : Mardi Sampurno
#wali kota sutiaji #Visi Mis #Kesehatan #Pengaduan #braille #Kota Malang #puskesmas