Ketua UMKKI Muhammad Samsu menyampaikan tahun ini Tabligh Akbar mengusung tema ABM Bersholawat 3 : Membangun Akhlak dengan Aqidah dan Ukhuwah. Dengan harapan agar generasi muda atau mahasiswa tidak jauh dengan yang namanya Agama dan tetap menjaga Ukhuwah Islamiah dengan kampus juga.
"Alhamdulillah sekarang kami (UKMKI ABM) bisa mengadakan Tabligh Akbar 2022, ABM Bersholawat 3. Setelah di tahun 2018 yang pertama, lalu 2019 kedua dan dua tahun tidak diselenggarakan karena pandemi," ucapnya.
Rangkaian kegiatan Tabligh Akbar dimulai dengan hataman Al-Qur'an sejak pukul 3 sore sampai sampai usai maghrib. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti yakni pengajian oleh Habib Achmad Jamal bin Toha Baagil serta Habib Abdul Qodir bin Ahmad Mauladdawilah. Keduanya merupakan ulama-ulama besar yang berasal dari Malang Raya.
"Jumlah massa diperkirakan mencapai 2 ribu orang terdiri dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Terlebih, karena bersamaan dengan pembukaan salah satu majelis, yakni Majelis Ar Ridwan," tambah Samsu.
Sementara itu, Wakil Ketua III STIE Malang Kucecwara Kadarusman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa untuk terus menjaga spiritualitas.
"Sebagai mahasiswa ABM, tentu memiliki value berupa appreciate dan integritas, dimana keduanya ini dapat dibangun dan disupport melalui kegiatan yang sifatnya religi seperti ini," jelasnya.
Utamanya, karena nilai religi ini menjadi nilai yang penting untuk dibawa ke dunia kerja. Terlebih, ABM juga merupakan perguruan tinggi yang membidangi ekonomi dan keuangan sehingga diperlukan orang-orang yang tak hanya berintregitas tinggi namun juga ditunjang dengan nilai religi yang baik.
"Disini ada Jurusan Akuntansi dan Manajemen, maka mereka yang akan terjun ke dunia kerja, perlu memiliki integritas tinggi dan itu dibentuk dari kegiatan religi seperti ini," tegasnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga turut diramaikan oleh UKM ABM non keislaman. Mereka, seperti UKM Wappim, UKM Kerohanian Kristen membuka stand makanan sekitar area Tabligh Akbar. Hal ini menandai keberagaman dan kerukunan antar mahasiswa di STIE Malangkucecwara.
"Kami sediakan stand makannya agar teman-teman mahasiswa lainnya bisa ikut berpartisipasi. Itu sebagai salah satu bentuk dukungan, kerukunan dan juga toleransi serta keberagaman yang terus dipupuk dan dibangun oleh keluarga besar STIE Malangkucecwara," tutup Kadarusman. (bin) Editor : Didik Harianto