Sebenarnya, Pemkot Malang sudah mengimbau masyarakat menyerahkan proses penyembelihan ke rumah potong hewan (RPH) milik Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas). Namun hingga kemarin (6/7), sapi yang dititipkan untuk kurban masih 37 ekor. Padahal, pemkot sudah memberi kuota per hari ada 100 sapi dan 150 kambing yang bisa disembelih. Ini mengacu pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sebenarnya tidak masalah karena ada opsi masyarakat bisa menyembelih di masjid dengan beberapa syarat,” kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, kemarin.
Dari 37 ekor hewan kurban tersebut, setidaknya ada 35 ekor sapi dan dua ekor kambing. Dalam tiga hari ke depan pihaknya masih menerima hewan kurban yang disembelih di RPH. Sebab, kasus PMK yang masih merebak mau tak mau harus diantisipasi pemkot. Meski ada pembatasan 250 hewan kurban per hari, Edi tetap memberikan keleluasaan kepada warga yang ingin menyembelih di masjid.
Namun tetap saja pihaknya bakal ikut mengawasi proses penyembelihan. Pengawasan itu nanti bertujuan untuk memantau kondisi hewan kurban sebelum disembelih. Dengan kata lain, pemkot tak ingin wabah PMK menghambat warga yang ingin berkurban.
“Nanti ada dokter hewan yang sudah siaga saat Idul Adha, nanti juga ada bantuan dari FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) UB (Universitas Brawijaya),” tegas politisi Partai Golkar itu.
Meski masih sedikit menerima hewan kurban, apa yang dilakukan pemkot mendapat apresiasi dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto. Dia yang datang langsung melihat kondisi RPH siang kemarin memastikan hewan yang akan disembelih aman dari paparan PMK.
“Saya sudah cek kondisi, alurnya (skrining hewan kurban) bagus dan kesterilan tempat bisa dijamin,” katanya.
Dari hasil pantauannya itu juga meminta Pemkot Malang bisa mengarahkan hewan kurban ke RPH. Tujuan dari itu adalah memudahkan pemantauan apakah hewan memiliki indikasi terpapar PMK atau tidak. Sebab jika dilakukan di tempat tinggal sekitar dikhawatirkan penularan bisa semakin meluas.
Tak hanya itu saja, Nurchahyanto ingin perayaan Idul Adha tak mengurangi kekhusyukan masyarakat untuk berkurban. Sebab dengan menitipkan dan menyembelihnya di RPH, jadi salah satu solusi aman mencegah penularan PMK.
“Memang sudah ada vaksinasi, tapi ini kan untuk sapi perah. Kalau untuk kurban memang kita antisipasi dulu supaya tidak semakin merebak,” tandas Nurchahyanto. (and/abm) Editor : Mardi Sampurno