Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatihan K3RS dan Aktivasi Code Red RSUD Kota Malang

Mardi Sampurno • Jumat, 8 Juli 2022 | 19:35 WIB
KUNCINYA TETAP TENANG: Simulasi pemadaman api memakai karung basah (foto kiri). Karyawan RSUD Kota Malang menyemprotkan alat pemadam kebakaran dalam simulasi penanganan kebakaran.
KUNCINYA TETAP TENANG: Simulasi pemadaman api memakai karung basah (foto kiri). Karyawan RSUD Kota Malang menyemprotkan alat pemadam kebakaran dalam simulasi penanganan kebakaran.
MALANG KOTA - RSUD Kota Malang menggelar pelatihan code red atau kebakaran bagi tenaga kesehatan dan karyawan, kemarin (7/7). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk merefresh ilmu civitas hospitalia dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran di rumah sakit.

Plh Direktur RSUD Kota Malang, dr Umar Usman menyampaikan pelatihan kali ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD. Khususnya meningkatkan kemampuan dasar para pegawai dan tenaga kesehatan (nakes) terkait K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit). ”Jadi ini juga menjadi upaya antisipasi untuk menjaga K3RS, utamanya agar tidak ada cedera atau kecelakaan yang membahayakan di RS,” ucapnya.

dr Umar mencontohkan, kecelakaan yang rentan terjadi di rumah sakit, misalnya penularan infeksi, kebakaran dan konsleting listrik. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi darurat kebakaran, diselenggarakan pelatihan yang melibatkan 65 pegawai yang terdiri dari delegasi tenaga kesehatan (nakes) dari masing­masing unit maupun instalasi, tenaga non kesehatan, serta manajemen. Kedepannya akan diadakan in house training dengan peserta yang melibatkan seluruh pegawai yang ada di rumah sakit agar semua dapat melakukan upaya evakuasi saat terjadi keadaan darurat.

”Kami berharap, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menolong orang sakit. Jangan sampai menjadi penyebab terjadinya orang sakit. Maka pelatihan ini kami rasa sangat urgent untuk dilakukan,” tegasnya.

Bukan hanya mengutamakan keselamatan pasien, menurut dr Umar, pegawai dan nakes juga penting menjaga dirinya masing­masing. ”Pelatihan ini dilakukan agar SDM Rumah Sakit dapat memastikan diri aman dan selamat terlebih dahulu sebelum menolong pasien, keluarga pasien maupun pengunjung rumah sakit”, ungkapnya.

Untuk diketahui, simulasi pelatihan kebakaran dimulai sejak pukul 08.00 di ruangan instalasi rawat inap. Simulasi dimulai dengan pelaporan terjadinya kebakaran melalui telepon dan alarm kebakaran. Kemudian petugas mengenakan safety helmet sesuai tugasnya. Di antaranya, helm warna merah bertugas sebagai pemadam api, helm warna biru bertugas mengevakuasi pasien. Sementara helm warna putih bertugas mengamankan dokumen penting serta helm warna kuning bertugas mengamankan inventaris rumah sakit seperti alat­alat medis. (bin/dik) Editor : Mardi Sampurno
#Pelatihan K3RS #Pelatihan Code Red #Pelatihan Kebakaran