Kepala SMPN 2 Malang Agus Wahyudi SPd MPd menyampaikan yang ditekankan dalam MPLS kali ini adalah pengenalan lingkungan dan budaya sekolah kepada siswa baru. Bentuknya dengan memberikan materi wawasan Wiyata Mandala, monitoring Imtaq, pemantapan bakat minat, implementasi Adiwiyata, perpustakaan, UKS dan demo ekstrakurikuler.
"Inti dari MPLS adalah mengenal, menyenangkan, disiplin dan tanggung jawab. Apalagi sekarang, di era merdeka belajar untuk penguatan profil pelajar Pancasila, kita dituntut untuk menumbuhkembangkan kecerdasan murid melalui kegiatan pembelajaran bermakna yang nyaman dan menyenangkan.
Pembiasaan-pembiasaan pelajar Pancasila direalisasikan dalam berbagai kegiatan MPLS. Seperti kegiatan outbound, Wiyata Mandala dan menciptakan sumber literasi. "Kami punya kegiatan menciptakan sumber literasi. Jadi masingmasing kelas diberi nama tanaman yang ada di sekolah. Nah siswa harus mencari literasi tentang tanaman tersebut. Kami ingin membiasakan ke siswa bahwa handphone itu sejatinya bisa memberi manfaat luar biasa," paparnya.
Jika di situasi pandemi, sekolah melakukan kombinasi daring sinkron dan asinkron serta beberapa luring. Namun, tahun ini dilakukan secara full luring. "Dalam pelaksanaannya tetap memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Misalnya siswa mendapatkan tugas mengakses media sekolah," ucapnya.
Agus berharap melalui MPLS ini, siswa bisa membiasakan budaya sekolah (salam, salim, sapa, senyum, sopan, santun, sehat), bersihrapi, cinta lingkungan serta memahami karakteristik sekolah. "Kami berharap semua murid baru dapat memahami menghayati dan mengamalkan budaya baik di sekolah serta menjadi murid kreatif dan berprestasi sesuai profil pelajar Pancasila," tutupnya. (bin/dik) Editor : Mardi Sampurno