JAWA Pos Radar Malang memantau kondisi beberapa titik jalan alternatif di Kota Malang yang kerap dilintasi pengendara. Setidaknya, ada enam titik ”jalan tikus” yang terpantau. Mayoritas ruas jalan sempit, berada di perkampungan, dan melintasi jembatan. Misalnya, ”jalan tikus” yang menghubungkan Jalan Raya Oro-Oro Dowo menuju Kelurahan Samaan. Jika melintasi jalur arteri, pengendara dari Jalan Raya Oro-Oro Dowo menuju Samaan harus melintasi Jalan BS. Riyadi, Jalan JA. Suprapto, lalu belok kiri di simpang empat Jalan Kaliurang. Setelah itu baru tiba di Sama’an. Tapi jika lewat jalan tikus, cukup melewati jembatan pelor saja sudah sampai.
Selain terhindar dari kemacetan di sepanjang Jalan BS Riyadi dan Jalan JA Suprapto, keuntungan lain melewati ”jalan tikus” adalah jarak tempuh lebih cepat. Demikian juga di ”jalan tikus” lain (selengkapnya baca grafis) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, keberadaan jalan alternatif pemecah kemacetan juga menjadi perhatian pemerintah.
Salah satu wujud perhatiannya adalah menggelontorkan anggaran untuk perawatan jalan. Selain itu, pihaknya juga memperbaiki kondisi jembatan di ”jalan tikus”. Salah satunya Jembatan Balak di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Untuk memperbaiki jembatan tersebut, DPUPRPKP menghabiskan dana Rp 951 juta.
”Dulu kan sempat dijuluki jembatan siratal mustaqim. Juga menjadi jalan alternatif, makanya kami perbaiki pada 2021 lalu,” ujar Diah, Jumat lalu (29/8).
Tak hanya itu, pihaknya juga memperbaiki sejumlah jalan kampung yang dijadikan jalan alternatif oleh pengenara. Mulai di Jalan Bunga Merak di Lowokwaru hingga Jalan Klayatan di Sukun juga diperbaiki pada Mei lalu.
”Perbaikan masih terus dilakukan, bahkan tahun depan fokus kami di Kecamatan Kedungkandang,” jelasnya.
Beberapa jalan di Kecamatan Kedungkandang juga akan diperbaiki. Di antaranya Jalan Slamet Temboro, Jalan Baran Tempuran, Jalan Sampurno, dan Jalan Raya Lesanpuro. Harapannya, perbaikan jalan itu turut andil dalam memecah kemacetan. Sebab jika sejumlah jalan alternatif tersebut kerap dilintasi pengendara, maka kepadatan kendaraan di jalur arteri bisa berkurang. (adn/dan)