“Kalau menjelang 17-an ini yang banyak dipesan adalah kostum burung garuda. Selain itu, ada pula yang memesan kostum-kostum bernuansa Nusantara hingga kostum tarian,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Bango Nomor 28, Jumat (5/8).
Okan bersama sang nenek memang langganan melayani persewaan kostum. Namun, semenjak pandemi Covid-19, orderan sepi. Padahal, sebelum pandemi dirinya bisa menyewakan hingga lima kostum per hari dengan harga sewa Rp 50 ribu-Rp 80 ribu.
“Kostum yang disewa pun lebih beragam. Mulai dari kostum mancanegara seperti gaun, kostum badut, karakter film, hingga kostum-kostum Nusantara. Bahkan, saat Agustusan per hari yang menyewa bisa sampai 25 orang,” imbuhnya.
Saat pandemi, Okan hampir tidak pernah menerima orderan sewa kostum. Selain itu, jika ada yang ingin menyewa tidak bisa melihat ke dalam untuk mencegah penularan. Kondisi ini berlangsung sampai tahun 2022. Order sewa kostum baru berangsur-angsur pulih pada bulan April lalu.
“Tepatnya, waktu beberapa perguruan tinggi mengadakan wisuda. Banyak yang cari kebaya sebenarnya, tapi kami belum punya,” kata mahasiswa program studi pariwisata Universitas Brawijaya tersebut.
Okan mengungkapkan, kostum-kostum yang disewakan dibuat sendiri oleh almarhumah ibunya yang terkadang dibantu neneknya. Sejak pandemi, beberapa kostum sempat rusak. Namun, dengan kondisi persewaan yang mulai ramai dia berharap bisa mulai membenarkan kostum-kostum yang rusak. (mel/abm) Editor : Mardi Sampurno