Jumlah mahasiswa UM setiap angkatan berkisar 8 ribu jiwa. Jika diberlakukan kuliah luring 100 persen, maka total sekitar 24 ribu mahasiswa UM akan berada di Kota Malang. Sementara UB lebih banyak lagi. Tiap angkatan memiliki 17-18 ribu mahasiswa. Itu artinya akan ada hampir 70 ribu mahasiswa UB yang berada di Kota Malang.
Wakil Rektor (Warek) 1 UM Prof Dr Budi Eko Soetjipto MEd MSi mengatakan, perkuliahan semester depan jenjang D4-S1 akan digelar secara luring mulai 29 Agustus depan. Namun sebelum perkuliahan, khusus mahasiswa baru (maba) akan ada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 17 Agustus depan. "Biar kampus kembali ramai dan bermanfaat bagi warga sekitar," jelas Budi.
Meski sudah ada perintah luring, kampus masih mengakomodasi sedikit porsi daring. Hal itu tergantung kebijakan masing-masing fakultas atau dosen. Sedangkan perkuliahan hybrid diterapkan kepada mahasiswa pascasarjana. Sebab banyak yang berasal dari luar Jawa, seperti Kalimantan. "Tergantung pada perkuliahannya. Seperti praktikum atau kuliah konsep, kalau ujian (praktikum) ya harus luring," kata Budi.
UB juga bakal menggelar perkuliahan luring 100 persen. Pada semester lalu, UB hanya menggelar pembelajaran secara hybrid, dengan kuliah tatap muka kehadiran mahasiswa maksimal 25 persen dari kapasitas seharusnya. Melalui Edaran Rektor Nomor 7636/UN10/TU/2022, UB secara resmi bakal menggelar kuliah luring 100 persen..
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB menuturkan, keputusan ini diambil dengan beberapa pertimbangan. Pertama, level PPKM di Kota Malang dan Jawa Timur. Kemudian, capaian vaksinasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sudah terpenuhi. "Jadi semester depan tidak ada lagi kapasitas 25 persen. Semua mahasiswa bisa masuk 100 persen," terang Heri.
Namun, pihaknya tetap mewanti-wanti mahasiswa agar tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab satuan tugas (satgas) Covid-19 masih diaktifkan untuk mengawasi kegiatan pembelajaran di kelas.
Selain itu, rektorat juga memberikan wewenang kepada masing-masing fakultas, terkait teknis pelaksanaan perkuliahan luring 100 persen. "Nanti teknis kuliah luring baru dilaporkan ke rektor," tutupnya. (adk/dan) Editor : Mardi Sampurno