Dua partai identik dengan warna merah itu telah pasang target bisa menempatkan kadernya di kursi DPRD Kota Malang. PDIP misalnya, mereka berani memasang target 33 persen dari jumlah kursi dewan bisa terisi. “Dari 45 kursi kami menargetkan ada 15 kursi terisi dari kader kami,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Malang I Made Riandiana Kartika, kemarin.
Target tersebut, dijelaskan Made, naik tiga kursi jika dibanding pileg 2019 lalu. Pada Pileg 2019 itu, PDIP berhasil menguasai 12 kursi di parlemen. Untuk menaikkan target kursi, Made punya cara untuk para kader. Ketika pendaftaran calon, dia memberi jatah 80 persen kader PDIP untuk maju menjadi calon anggota DPRD. Mereka harus bertarung dan memberikan bukti ke masyarakat bahwa mereka layak untuk dipilih.
Tak hanya kader binaan partai yang disiapkan olehnya, sebanyak 20 persen tersisa diberikan kepada masyarakat umum yang ingin menjadi anggota PDIP. “Kami optimistis bisa mencapai target tersebut. Jadi kader dipersiapkan sejak dini,” tegas Made.
Di tempat lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Malang Achmad Faried menjelaskan, pada pileg 2024 mendatang pihaknya pasang target sangat besar. Yakni mendapatkan kuota 20 persen dari jumlah kursi total DPRD Kota Malang. “Ya mungkin bisa sembilan kursi karena pada pileg dulu kami hanya dapat satu kursi,” jelas Faried. Untuk diketahui, pada pileg 2019 lalu PSI memiliki satu kursi di parlemen. Dengan target tersebut, berarti PSI mematok kursi target sembilan kali lipat dari sebelumnya. (adn/dan) Editor : Mardi Sampurno