Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SDIT Ahmad Yani Lolos Seleksi Sekolah Penggerak

Mardi Sampurno • Selasa, 23 Agustus 2022 | 23:07 WIB
KOMPAK : Kepala SDIT Ahmad Yani Nurdiah Rachmawati SPd MPd (tengah) bersama guru dan staf saat wisuda siswa beberapa waktu lalu. (SDIT Ahmad Yani For Radar Malang)
KOMPAK : Kepala SDIT Ahmad Yani Nurdiah Rachmawati SPd MPd (tengah) bersama guru dan staf saat wisuda siswa beberapa waktu lalu. (SDIT Ahmad Yani For Radar Malang)
MALANG KOTA - Kota Malang punya 50 sekolah penggerak. Hal itu tertuang dalam pengumuman penetapan satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan III, 8 Agustus lalu. Sebanyak 50 sekolah yang lolos program sekolah penggerak tersebut terdiri atas 10 TK, 26 SD, 11 SMP, 2 SMA, dan 1 SLB. Salah satu dari 26 SD tersebut adalah SDIT Ahmad Yani Jalan Kahuripan No.12, Klojen.

Kepala SDIT Ahmad Yani Nurdiah Rachmawati SPd MPd menjalani proses seleksi Januari lalu dan melalui dua tahap penilaian. Yakni tahap administrasi dan tahap wawancara.

Baik di tahap administrasi maupun wawancara, Rachma menyampaikan upayanya mengembangkan sekolah. ”Yang pertama adalah mengelola sumber daya manusia (SDM). Dengan memberi pelatihan IT (information and technology), kemudian membentuk budaya agar tepat waktu," ujar Rachma.

Dia juga menerapkan sistem keuangan terpusat dan berbasis perbankan. "Awalnya, sistem keuangan masih pencatatan manual dan tidak terpusat," kata perempuan yang resmi menjabat kepala SDIT Ahmad Yani sejak Januari 2020 lalu itu.

Kemudian dia juga mulai memperhatikan sarana dan prasarana (sarpras). "Setelah sistem keuangan terpusat, kami jadi tahu ternyata ada dana yang bisa digunakan untuk menunjang sarana di sekolah. Akhirnya kami membangun tiga ruang kelas dan hall outdoor," imbuh Rachma.

Rachma bersyukur sekolahnya menjadi salah satu dari 50 sekolah yang lolos PSP. Ke depannya dia ingin terus mengembangkan sekolahnya, terutama lewat SDM. "Kami akan fokus literasi. Kedepannya dia ingin terus mengembangkan sekolahnya, terutama di bidang SDM. "Kami akan fokus literasi, dengan melakukan penataan perpustakaan sekolah dan berbagai kegiatan literasi baik guru maupun siswa,"pungkasnya. (mit/dan) Editor : Mardi Sampurno
#SDIT Ahmad Yani #budaya #siswa #Sekolah Penggerak #pendidikan