Pemkot Malang menarget CV Sinar Mulya sebagai rekanan bisa menyelesaikannya hanya sebulan saja. Deadline itu diambil lantaran hanya mengganti dan menguatkan perekat batuan. Sebab batuan yang dibongkar saat ini membahayakan jika dilewati.
”Insya Allah sebulan sudah selesai. Lapisan dasar untuk batuan kami kuatkan biar tidak buat renggang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi, kemarin.
Artinya, akhir September depan batuan andesit itu bisa dilintasi seperti semula. Sebab pembongkaran perdana kemarin menutup sementara akses pengendara. Namun penutupan tak sampai berimbas ke Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Majapahit.
Diah menambahkan, lapisan dasar batuan bakal dicor dengan semen. Cara itu dilakukan supaya batuan tidak amblas maupun bergeser. Mengingat sebelum dibongkar, lapisan dasar batuan hanya berupa tanah. “Kualitas jelas kami perbaiki, supaya ke depan tidak rusak melulu,” tegas Diah.
Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin meminta kualitas pembangunan kawasan tersebut jadi yang utama. ”Dulu kan sering rusak sampai diganti beberapa kali tetap saja rusak. Kami tak mau terulang lagi,” tegas Fathol.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu ingin kawasan yang dibangun bisa merata dengan zona satu dan dua. Artinya, ke depan, sepanjang kawasan heritage itu bisa menarik minat wisatawan. (adn/dan) Editor : Mardi Sampurno