Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.606 Wisudawan UT Siap Mengabdi

Mardi Sampurno • Kamis, 22 September 2022 | 00:10 WIB
TEKEN KESEPAHAMAN: Dari kiri staf khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, Wakil Rektor II UT Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Direktur UPBJJ-UT Malang Dr Lilik Sulistyowati MSi, Minggu (18/9). (Rofia Ismania/Radar Malang)
TEKEN KESEPAHAMAN: Dari kiri staf khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, Wakil Rektor II UT Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Direktur UPBJJ-UT Malang Dr Lilik Sulistyowati MSi, Minggu (18/9). (Rofia Ismania/Radar Malang)
MALANG KOTA - Ribuan lulusan baru Universitas Terbuka Malang resmi menerima ijazah di upacara penerimaan ijazah (UPI) Universitas Terbuka Malang periode II 2022 di Grand Mercure Malang Mirama, Minggu (18/9). Penyerahan ini dihadiri Wakil Rektor II Universitas Terbuka Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi, staf khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Direktur UPBJJ-UT Malang Dr Lilik Sulistyowati, MSi mengucapkan syukurnya atas pelaksanaan UPI secara luring. Sebanyak 1.606 lulusan telah menerima ijazah. Ribuan lulusan tersebut berasal dari berbagai program studi di wilayah kerja UT Malang.

"Mereka berasal dari 13 kabupaten dan kotamadya di Jatim. Yaitu Pasuruan, Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, dan Pacitan," ucapnya.

Di usia UT menginjak ke-38, segudang prestasi ditorehkan UT. Khususnya memeratakan akses pendidikan untuk masyarakat. Artinya siapa saja dapat berkuliah di UT. Sebab UT memiliki sistem pembelajaran fleksibel. Walaupun sistemnya fleksibel, lulusan UT memiliki kompetensi yang tak kalah dengan perguruan tinggi lain.

"UPI ini sebagai wujud doa dan kerja keras mahasiswa dalam menyelesaikan tahapan demi tahapan untuk menyongsong hari keberhasilan anda. Semoga lulusan UT memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain," harapnya.

Wakil Rektor II Universitas Terbuka Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi berharap ilmu yang didapatkan menjadi bekal menghadapi masa depan yang lebih menantang. Selain itu nilai-nilai kemandirian, kejujuran dan kedisiplinan selama PJJ dapat diimpelentasikan di dunia nyata.

"Para lulusan patut berbangga, sebab tak semuanya bisa menuntaskan pendidikan di UT. Sebab walaupun memiliki sistem PJJ, UT memiliki kualitas bertaraf dunia. Sesuai dengan visi UT. UT terus berupaya mengembangkan produk akademik, penyelenggara pendidikan tinggi jarak jauh, dan peningkatan lulusan yang lebih baik di era tatanan PTNBH," paparnya.

Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono berpesan tentang peran penting mahasiswa maupun alumni untuk membawa perubahan terhadap sumber daya alam. Menurutnya peran menjaga sumber daya alam sebuah keharusan untuk bekal generasi mendatang.

"UT bisa menjadi terdepan untuk mengubah mindset dan paradigma masyarakat, bahwa kalau kita diam saja pasti tidak akan ada perubahan. Sehingga mahasiswa harus terus berinovasi," katanya saat memberi orasi ilmiah.

SEPAKATI KERJA SAMA DENGAN KOTA BATU

Di sela UPI, UT Malang juga melakukan kerjasama dalam tiga bidang dengan Pemkot Batu. Yaitu bidang pendidikan, pengabdian masyarakat dan pemanfaatan pengembangan sumber daya manusia. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan Wakil Rektor II UT Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, disaksikan Direktur UPBJJUT Malang Dr Lilik Sulistyowati MSi dan staf khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengucapkan adanya UT menyumbang lulusan sarjana pendidikan PAUD sebesar 80 persen. Sarjana pendidikan PAUD ini menurutnya sangat penting. Sebab lulusannya bertugas untuk mendidik generasi masa depan pada usia emas.

"Ilmu pengetahuan menjadi sebuah keniscayaan dan keharusan. Nilai budaya, etika dan moral tolong terus diberikan kepada anak-anak kita saat mengajar di PAUD," katanya.

Menurutnya kerjasama dengan perguruan tinggi harus terus dibangun. Sebab banyak sekali tugas yang diemban pemerintah mulai dari pembangunan SDM, kesehatan fisik dan mental maupun pendidikan.

"Pemerintah bekerjasama, karena tanpa adanya pendampingan dari akademisi kami sebagai pemerintah akan berat menjalankan pemerintahan dengan situasi dan kondisi seperti ini. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlangsung," tandasnya. (rof/dik) Editor : Mardi Sampurno
#Kuliah #Wisudawan #mahasiswa #ut #pendidikan #universitas terbuka #perguruan tinggi