Guru Sanggar Padma Puspita Santi Peni Prasetyo mengatakan, pihaknya mempunyai teknik mengajar yang berbeda dengan sanggar lainnya. “Selama di sanggar, saya ada aturan anak-anak tidak boleh pegang HP,” terangnya.
Apabila melanggar, mereka akan dikenai hukuman menari dan lari seorang diri. Tujuannya agar anakanak dapat mengurangi penggunaan gadget. Selama jam tiga sampai jam lima sore, anak-anak full dengan saya. Saya arahkan mereka untuk bermain dengan teman,” tambahnya.
Tari yang diajarkan di sanggar berfokus pada Tari Topeng Malangan dan materinya dari Kedungmonggo. Santi memilih materi Kedungmonggo karena mudah untuk disampaikan ke anak-anak.
Dia mengakui, tidak sedikit muridnya belajar menari karena orang tua mereka ingin menghilangkan ketergantungan anaknya terhadap gadget. Sebelum mengajari tari sebagai terapi kecanduan gadget, Santi melakukan pendekatan terlebih dahulu terkait penyebab anakanak yang bermain gadget. Menurut dia, pada dasarnya anak-anak yang kecanduan bermain gadget karena tidak memiliki teman dan tidak boleh keluar oleh orang tuanya.
Santi juga menyadari bahwa pendidikan moral penting untuk anak-anak. Karena itu, dia tidak hanya mengajar anak-anak menari, tetapi juga mengajar etika. Hal ini dia lakukan untuk membantu para orang tua dan guru dalam mengarahkan anak-anak. (cr2/dan) Editor : Mardi Sampurno