Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Solusi UB untuk Tekan Korban Penyakit Jantung

Mardi Sampurno • Selasa, 4 Oktober 2022 | 07:34 WIB
KETERANGAN: Ketua Pelaksana ICOBIPST Prof dr M. Saifur Rohman SpJP(K) PhD saat press conference, Sabtu (1/10).
KETERANGAN: Ketua Pelaksana ICOBIPST Prof dr M. Saifur Rohman SpJP(K) PhD saat press conference, Sabtu (1/10).
Gelar Seminar Internasional

MALANG KOTA – Tingginya angka kematian akibat penyakit jantung menjadi perhatian serius Universitas Brawijaya (UB). Dalam rangka menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Kedokteran (FK) UB mengupayakan solusi. Salah satu melalui digelarnya seminar International Conference on Biomedical and Pharmaceutical Science and Technology (ICOBIPST) 2022, kemarin.

Seminar bertajuk 'Current Inovation and Technology in Cardiovascular Disease Management" ini berlangsung dua hari, 1-2 Oktober ini. Seminar ini juga sejalan dengan visi misi UB, yakni perguruan tinggi menuju reputasi internasional.

“Seputar perkembangan terkini mengenai penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah dari perspektif kemajuan teknologi. Serta pendekatan dari segi biomedik dan farmasi,” ucap Ketua Pelaksana ICOBIPST Prof dr Mohammad Saifur Rohman SpJP(K) PhD, Sabtu lalu (1/10).

Pria yang juga Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FK ini mengatakan, di Indonesia wilayah yang paling tinggi terkena penyakit jantung ada di Jawa Timur. Dari penelitian yang dilakukan bersama-sama, katanya, sebanyak 30 persen masyarakat Kota Malang memiliki faktor risiko tinggi untuk berkembang menjadi penyakit jantung.

“Artinya, 1 dari 3 warga Malang memiliki risiko tersebut. Ini yang menjadi perhatian kita bersama untuk bisa menurunkan faktor risiko tersebut. Di awali dengan menjauhkan diri dari faktor risiko seperti rokok hingga hipertensi,” kata dia.

Dia mengatakan, konferensi internasional kali ini dilakukan secara hybrid. Terdiri atas 18 konferensi internasional yang diselenggarakan dalam dua sesi paralel, serta 1 workshop tentang RNA Sequencing. Berbagai topik yang dibahas meliputi Artificial Intelligence, Biomaterials, Medical Devices in Cardiovascular Medicine dan lainnya.

“Kegiatan ini diikuti oleh 986 peserta. Meliputi dokter spesialis, dokter umum, apoteker, farmasi, mahasiswa S1, S2, S3. Serta 12 persen peserta dari institusi luar negeri. Serta semua materi diisi oleh 75 pembicara dari delapan negara,” tutupnya. (fif/dan) Editor : Mardi Sampurno
#fakultas kedokteran #tri dharma perguruan tinggi #universitas brawijaya #penyakit jantung #UB #International Conference on Biomedical and Pharmaceutical Science and Technology #angka kematian #ICOBIPST