Data yang diterima Jawa Pos Radar Malang, korban bernama Diah A. Usianya 17 tahun, dan tercatat sebagai warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Mahasiswi sebuah kampus negeri di Kota Malang itu ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 13.00. ”Saat ditemukan, posisinya telentang, rambut berantakan, dan kakinya menekuk ke atas, ujar salah seorang warga yang enggan mengungkapkan identitasnya.
Dengan posisi yang sudah kaku seperti itu, korban diperkirakan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kulit korban yang sudah mulai kehilangan kelenturannya.
”Awalnya ada teman korban yang datang dari kampus. Kondisi pintu kamar tidak terkunci dan korban kelihatan tertidur. Begitu dibangunkan sudah tidak ada respons,” ucap dia.
Seisi rumah kos pun panik. Apalagi tidak ada satu pun di antara mereka yang mengetahui kondisi kesehatan korban. Apakah punya riwayat penyakit tertentu atau tidak. Padahal malam sebelumnya ada warga yang melihat korban ngobrol dengan teman-teman yang lain. Semakin misterius karena tidak ditemukan obat-obatan di kamar tersebut.
Meski begitu, banyak saksi yang merasakan jika keberadaan korban di sana adalah untuk yang terakhir. Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo menjelaskan bahwa korban sebenarnya akan pulang ke kampung halamannya. ”Itu sudah omong-omongan sejak satu malam sebelumnya,” kata dia. Hal itu juga diperkuat dengan ditemukannya tas punggung di sekitar kasur tempat ia tewas.
Mantan Wakasat Reskoba Polresta Malang Kota itu juga tidak berani menyebut dugaan penyebab kematian korban. “Kami tunggu hasil visum et repertum a dulu. Sementara ini keluarganya masih perjalanan ke Malang,” tutup Anton. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno