Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenaikan Harga Rokok Bikin Penjual Merosot

Mardi Sampurno • Jumat, 6 Januari 2023 | 19:43 WIB
TEMBAKAU: Perokok aktif mengambil satu batang rokok. (suharto/radar malang)
TEMBAKAU: Perokok aktif mengambil satu batang rokok. (suharto/radar malang)
MALANG KOTA - Harga rokok secara resmi naik per 1 Januari lalu. Kenaikan yang disebabkan adanya kebijakan kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen membuat penikmat rokok harus merogoh koceknya lebih dalam. Tak hanya konsumen, pedagang rokok dari eceran sampai grosir juga terimbas kebijakan tersebut.

Salah satunya yang dirasakan pemilik warung kelontong di Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing Riski Arini. Dia mengaku telah menaikkan  harga jual eceran sebesar Rp 500 per bungkus. ”Bulan Desember lalu sudah naik dari  Rp 206 ribu ke Rp 210 ribu per slop, sekarang sudah 220 ribu per slop,” kata Kiki. Wanita yang akrab dipanggil Kiki tersebut mengaku di awal tahun ini per slop rokok filter sudah naik sebesar Rp 10 ribu. Dampak dari kenaikan tersebut, Kiki mengeluhkan penjualannya menurun hingga 50 persen setiap harinya. ”Sebelum naik, biasanya laku dua slop per hari, sekarang satu slop saja,” keluhnya.

Sementara itu pedagang rokok lain di Jalan Zainal Arifin, Kelurahan Sukoharjo Munaim memilih cara lain untuk tetap mempertahankan pelanggannya. Dia hanya akan menaikkan harga rokok kepada pelanggan baru. ”Kalau pembeli lama saya kasih harga lama, kalau orang baru saya naikkan Rp 1 ribu jadi Rp 23.500 per bungkusnya,” ungkap pria yang akrab disapa Naim tersebut.

Menanggapi hal itu, Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Imanina Eka Dalilah berpendapat kenaikan tarif cukai rokok yang terjadi saat ini akan berdampak pada konsumen. ”Alhasil ke depan daya beli akan turun dan menyebabkan indeks keyakinan konsumen juga turun,” paparnya. Karena hal tersebut, daya beli masyarakat terutama masyarakat kelas bawah terganggu karena penghasilan masih relatif rendah akibat kenaikan BBM dan inflasi yang tinggi.  Terkait berkurangnya pembeli rokok di pasaran, Ima mengungkapkan hal tersebut bukan berarti masyarakat berhenti merokok tetapi mereka memilih alternatif lain. (kr1/adn) Editor : Mardi Sampurno
#10 persen #malang kota #naik per 1 Januari #cukai roko #harga rokok