“Sebelumnya beralas kayu dan sebagian besar sudah keropos,” ujar Widi Wahyu, warga sekitar. Selain ada perubahan perkerasan jembatan, besi-besi yang telah mengalami korosi juga diganti. Kemudian ditambahkan besi siku sebagai penyangga untuk memperkuat konstruksi jembatan.
Pengecatan pada besi juga dilakukan guna mencegah korosi. Dengan adanya revitalisasi itu, Widi berharap agar jembatan lebih aman dilalui warga. Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Muhammad Nur Cholis mengatakan, kondisi jembatan lebih aman.
“Perkerasannya sudah diganti dengan plat bordes (plat baja dengan kontur bergelombang) yang secara konstruksi lebih kuat,” ujar Cholis, kemarin. Pejabat eselon III B Pemkot Malang itu menambahkan, pengerjaan revitalisasi memakan waktu sekitar dua bulan. Mulai penggantian perkerasan jembatan hingga pengecatan. “Revitalisasi selesai tanggal 30 Desember 2022 lalu,” ungkapnya. (yun/dan) Editor : Mardi Sampurno