Itu terlihat dari banyaknya pengunjung CFD yang mampir di pusat kuliner area Museum Brawijaya itu. Salah satu pengurus WBI Sri Astuti mengatakan, total ada 400 pedagang yang menggelar lapak di lokasi tersebut. Para pedagang juga dilengkapi kartu tanda anggota (KTA), sehingga tidak sembarang pedagang bisa berjualan di sana.
”Keberadaan WBI yang digelar bersamaan dengan CFD ini sangat membantu perekonomian para pedagang, terutama mereka yang jualan makanan,” ujar perempuan yang akrab disapa Asri itu kemarin (19/2).
Baca Juga : Belum Siap, Car Free Day Kepanjen Ditunda
Asri menyebut, setiap akhir pekan perputaran uang di WBI menembus Rp 80 juta. Ini hanya yang disetorkan kepada pengurus untuk membayar operasional. Belum termasuk keuntungan masing-masing penjual. Seperti keuntungan yang diperoleh Asri dari hasil jualan bunga. ”Kalau saya sendiri dapat Rp 1 juta sudah bagus,” terang pemilik lapak Asry Florist Malang tersebut.
Terpisah, salah satu pedagang, Azuan Amintahan mengatakan, antusiasme para pengunjung di WBI luar biasa. Setiap akhir pekan, dia meraup keuntungan sekitar Rp 1,5 juta dari berjualan gulali. ”Ini awalnya saya berjualan gulali karakter ke teman-teman sendiri. Belajarnya secara otodidak, tapi akhirnya dijual secara luas,” jelas Azuan.(mel/dan) Editor : Mahmudan