Seperti Pakar Transportasi Universitas Widyagama Aji Suraji yang menyatakan selain membahayakan pengendara, sistem contra flow ini akan membuat uji coba satu arah Kajoetangan tidak maksimal.
Karena contra flow sebelumnya tak pernah dibahas ketika penyusunan uji coba satu arah.
”Jadi jangan sehari, dua hari, diganti-ganti satu arah ini. Biar lebih maksimal, kita tunggu saja uji coba selama tiga minggu," kata dia.
Untuk itu, Aji meminta kepada sopir angkot bisa bersabar dulu. Apalagi uji coba menyisakan dua pekan saja. Agar hasil dari uji coba ini bisa maksimal.
Serta nanti akan dievaluasi, dipastikan juga memperhatikan nasib para sopir angkot.
Sementara itu, Sekretaris DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyampaikan contra flow yang diinginkan oleh pihak angkot belum sepenuhnya terlaksana di lapangan.
Menurutnya, Dishub terkesan melepas sopir angkot di Kawasan Kajoetangan.
”Kalau dari janji pemkot ketika kami demo itu, harusnya ada jalur khusus angkot. Jadi bukan dilepas saja melawan arah," tegas dia.
Dengan masih berpegang pada janji pemkot itu, dikatakan Purwono, para sopir angkot telah bersurat kepada Pemkot Malang.
Mereka meminta untuk segera difasilitasi jalur khusus angkot dengan pembatas. (adk/adn)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Malang Online (@jawaposradarmalang)
Editor : Aditya Novrian