MALANG KOTA - Secara resmi, tema dan logo hari jadi ke-109 Kota Malang di-launching tadi malam (2/3) di gedung Malang Creative Center (MCC) lantai dua. Ada makna dan semangat khusus yang terkandung dari keduanya.
“Mandiri, Tangguh dan Berkelanjutan” menjadi pilihan tema yang diambil dalam HUT ke-109 Kota Malang tahun ini. Tema tersebut mengandung makna dan semangat pembangunan yang ingin dicapai Kota Malang memasuki usia yang sangat matang ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang Muhammad Nur Widianto SSos menjelaskan, kata Mandiri dimaknai bahwa Kota Malang bertekad memantapkan momentum pertumbuhan dan kebangkitan pascapandemi.
Yakni kebangkitan berbasis pada penguatan pilar fiskal daerah, ketahanan pangan, keberpihakan pada produk UMKM, daya saing ekonomi kreatif dan potensi lokal Kota Malang. "Tentunya dengan tetap mengembangkan prinsip kerja sama untuk kemajuan bangsa," ujarnya.
Sedangkan kata Tangguh, lanjut Nur Widianto, bermakna bahwa Kota Malang siap untuk menghadapi berbagai disrupsi ekonomi, isu pangan, lingkungan, dan dinamika tahun politik yang akan datang.
Dilandasi dengan modal sosial salam satu jiwa dan penguatan toleransi dalam keberagaman. Serta ditunjang transformasi birokrasi yang makin profesional, akuntabel dan responsif bersama peran serta seluruh pemangku kepentingan kota.
"Sementara kata berkelanjutan, mencerminkan bahwa menjelang periode transisi pembangunan, Kota Malang mengusung harapan atas kesinambungan upaya mencapai tujuan-tujuan pembangunan lokal, selaras mendukung agenda prioritas nasional dan regional," terang dia.
"Pada gilirannya turut merealisasikan agenda global pembangunan berkelanjutan," sambung mantan kahumas Pemkot Malang itu.
Selaras dengan tema, diluncurkan pula logo resmi HUT Ke-109 Kota Malang yang dilahirkan melalui proses kreatif lomba desain logo yang digelar oleh Pemkot Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang.
Pendekatan kolaboratif itu menurutnya merupakan keberlanjutan proses yang telah digagas pada tahun-tahun sebelumnya. Sekaligus menjadi bagian penting komitmen Kota Malang dalam memperkuat daya saing sumber daya dan ekosistem daerah sebagai Kota Kreatif Indonesia.
"Proses perancangan melibatkan 109 desainer terpilih melalui seleksi administratif dan portofolio dari total 163 pendaftar. Ada lima dewan juri berkompeten yang melakukan kurasi sehingga terpilih lima nominator yang masuk tahap presentasi," beber Nur Widianto.
"Hingga akhirnya, terpilih satu logo terbaik karya Fauzan Zahran sebagai pemenang," tegasnya.
Kelima dewan juri yang telah mendedikasikan waktu dan keahliannya dalam mengawal proses lomba logo HUT ke-109 Kota Malang tersebut adalah Victor Abednego (akademisi), Andreas Sjah Pahlevi (akademisi), Daru Redono (praktisi desain), Papang Djakfar (desainer maskot resmi Kota Malang), dan M. Zahir Fikri (desainer logo HUT ke-108 tahun lalu).
Custom tipe angka 109 berwarna biru menguatkan identitas ikonik warna karakter dan usia Kota Malang. Adapun desain angka “0” pada tulisan 109 terinspirasi dari bentuk batu bersusun (stacked rock) dengan bentuk yang beragam dan bergelombang, namun bisa bersatu dan seimbang menjadi sebuah susunan yang tangguh, seimbang dan stabil dalam keberlanjutan.
Sementara itu penggunaan Maskot resmi Kota Malang, Osiji dengan satu tangan melakukan gesture high five atau tos bermakna kerja sama, kolaborasi dan kemandirian. Sedangkan satu tangan lainnya yang mengepal juga memperkuat simbol ketangguhan dan kemandirian.(jprm1/nen) Editor : Neny Fitrin