MALANG KOTA – Ramadan tahun ini, umat muslim bisa menjalankan salat tarawih berjamaah tanpa aturan jaga jarak. Tak terkecuali di Masjid Jami Kota Malang yang dipenuhi ribuan orang untuk mengikuti tarawih perdana.
Masyarakat pun berbondong-bondong memenuhi masjid sejak sebelum isya tadi malam (22/3). Pantauan Jawa Pos Radar Malang, suasana di Masjid Jami Malang tadi malam lebih ramai dibanding tahun 2022.
Seperti halnya di lantai satu, tempat jamaah laki-laki melaksanakan salat. Tak hanya di ruang utama, seluruh lorong dipadati jamaah.
Demikian pula di bagian yang disediakan untuk jamaah perempuan. Semua seperti kembali normal. Tanpa jaga jarak dan tanpa mengenakan masker.
Dalam sambutannya sebelum tarawih, Ustad H Athoillah Wijayanto menyampaikan terima kasih kepada para jamaah yang sudah hadir. Dia berharap Ramadan kali ini bisa berlangsung lancar.
”Saya mengucapkan selamat salat tarawih pertama dan beribadah Ramadan. Semoga kita semua mendapat lailatul qadar juga jaizah kebahagiaan,” katanya.
Baca Juga : Di Wagir, Toleransi Terlihat saat Umat Hindu Menegur jika Ada Muslim Tak Tarawih.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Jami Malang H Abdul Aziz mengatakan bahwa Ramadan kali ini bisa terlaksana seperti sebelum pandemi.
Hal itu karena status PPKM sudah dicabut oleh presiden.
”Normalnya, kalau penuh bisa meluber sampai 10 ribu jamaah. Namun, pada waktu pandemi kemungkinan hanya separo,” terang pria yang akrab disapa Abah Aziz tersebut.
Untuk menyambut Ramadan tahun ini, pihaknya telah mempersiapkan banyak hal sejak sepekan lalu.
Salah satunya dengan membersihkan bagian lantai, pagar, hingga menara yang berada di bagian atas masjid.
Selain tarawih, pihaknya juga melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah lain selama Ramadan.
Antara lain salat witir, pengajian untuk Nuzulul Qur’an, dan pengajian kepada calon jamaah haji mulai tanggal 3 hingga 20 Ramadan.
”Misalnya, untuk Nuzulul Qur’an tahun ini kami mendatangkan mantan menteri agama RI KH Said Aqil Munawar dari Jakarta,” imbuh Abah Aziz.
Masjid Agung Jami Malang juga akan membagikan takjil serta makanan sebanyak 100 kotak setiap hari. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan zakat fitrah maupun zakat ma’al. Zakat yang sudah dihimpun akan disalurkan kepada yang berhak sesuai ajaran Islam.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang Prof Dr KH Kasuwi Saiban MAg juga mengakui, Ramadan tahun ini sudah tanpa pembatasan.
Meski demikian, pihaknya tetap mengeluarkan sejumlah imbauan untuk masyarakat demi kelancaran ibadah.
”Imbauan yang kami sampaikan seperti rutin melakukan kerja bakti di tempat ibadah, menyelenggarakan kajian Islam, dan mendorong para remaja untuk aktif berkegiatan,” tandas Kasuwi. (mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana