MALANG KOTA – Penutup saluran drainase (avor) di Jalan Bogor Terusan raib. Hilangnya avor tersebut bukan kali pertama.
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mengungkap, tiga bulan terakhir ini kehilangan avor tujuh kali.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (4/4), saluran drainase tersebut memiliki kedalaman 2 meter. Dengan dimensi 1 meter x 1,5 meter.
Avor sengaja dipasang untuk mengamankan pengendara agar tidak terperosok. Selama avor hilang, di lokasi terpasang banner berukuran 1 meter x 3 meter.
Tujuannya untuk memberikan tanda agar pengendara tidak terperosok. ”Sebelumnya (avor) hilang, tapi langsung diganti,” ujar Imam Santoso, seorang warga yang rumahnya di Jalan Bogor Terusan.
Imam berharap agar pemerintah segera memasang avor baru. Sebab jika tidak segera dipasang, dia khawatir banyak pengendara yang terperosok.
Baca Juga : Tangkal Banjir, Normalisasi Drainase di Malang.
Apalagi lokasinya dekat simpang tiga, sehingga sangat membahayakan.
Terpisah, Staf Seksi Drainase Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang Yocky Agus Firmanda membenarkan raibnya avor di saluran drainase Jalan Terusan Bogor.
Biasanya, dia mengatakan, hilangnya avor disebabkan oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab.
”Sepanjang tahun 2023 lalu, kami mencatat sudah ada tujuh kasus. Terjadi di Jalan Ijen, Jalan Veteran, Jalan Bogor, dan Jalan Ki Ageng Gribig," sebut Yocky.
Yocky menambahkan, biasanya mereka akan langsung melakukan penanganan darurat.
Caranya dengan mengganti dengan grill yang baru atau tutup cor melalui lubang-lubang yang bisa menangkap air.
Dia juga akan segera berkoordinasi dengan tim untuk menangani hal tersebut.(mel/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana