Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kebakaran di Kota Malang Meningkat dari Tahun ke Tahun

Mahmudan • Minggu, 7 Mei 2023 | 22:06 WIB
RINGSEK : Citra udara Malang Plaza yang terbakar. Terlihat kerusakan atap merata dari sisi utara sampai selatan. (Darmono/Radar Malang)
RINGSEK : Citra udara Malang Plaza yang terbakar. Terlihat kerusakan atap merata dari sisi utara sampai selatan. (Darmono/Radar Malang)

Kasus kebakaran di Kota Malang meningkat dari tahun ke tahun. Sepanjang 2021 terdapat 66 kali kebakaran, kemudian meningkat menjadi 77 kasus pada 2022. Tahun ini terindikasi meningkat lagi. Sebab dalam kurun empat bulan saja, Januari-April, tercatat 34 kali kebakaran.


 

TERBAKARNYA Malang Plaza awal Mei lalu menimbulkan kerugian ratusan miliar rupiah. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengungkap sekitar Rp 125 miliar. Sekitar 7 tahun sebelumnya, Kota Malang juga dilanda kebakaran hebat. Yakni Pasar Besar Malang (PBM), dengan kerugian material lebih besar lagi.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Malang mengungkap, kebakaran meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada 2021 misalnya, tercatat sebanyak 66 kali kebakaran. Setahun kemudian, 2022 meningkat menjadi 77 kasus. Tahun 2023 ini terindikasi meningkat lagi. Dalam kurun empat bulan pertama saja, Januari-April terdapat 34 kali kebakaran (selengkapnya baca grafis)

”Tahun 2021 itu terbanyak di Sukun dengan 17 kejadian. Pada tahun selanjutnya Kecamatan Blimbing dengan 18 kejadian," tutur Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Teguh Budi Wibowo, Jumat lalu (5/5)

Kerugian materialnya fluktuatif. Pada 2021, kerugiannya mencapai Rp 3,8 miliar. Sedangkan pada 2022 jumlah kerugian material menurun jadi Rp 2,5 miliar, meski angka kasusnya bertambah.

Sementara jika dilihat dari objek kebakaran, dua tahun belakangan mayoritas menyasar rumah atau permukiman. Kemudian instalasi listrik menduduki urutan ketiga. "Bedanya, urutan kedua pada 2021 itu ditempati pasar atau pertokoan dengan 11 kejadian. Sementara pada 2022 urutan kedua paling banyak mengalami kebakaran adalah restoran dengan enam kejadian," sambung Teguh.

Lebih lanjut, dia menerangkan, penyebab kebakaran tertinggi dalam dua tahun terakhir ini yaitu korsleting listrik. Setelah itu faktor kebocoran gas dan kelalaian penghuni rumah. "Dengan banyaknya kebakaran disebabkan korsleting listrik, kami imbau masyarakat mengecek secara berkala instalasi kabel. Ketika hendak memasang instalasi baru, bisa menggunakan bahan yang bagus," katanya. (adk/dan) Editor : Mahmudan
#kerugian #kebakaran ##malangplazaterbakar #malang