MALANG KOTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Orde Baru Wardiman Djojonegoro berkunjung ke SMAN 4 Malang kemarin (4/8). Di hadapan puluhan pelajar, Wardiman meluruskan sejarah Pangeran Diponegoro.
Dalam bukunya, Mendikbud periode 1993-1998 itu mengungkap bahwa banyak penulis Belanda yang menyuguhkan informasi hoax. ”Mereka (Penulis Belanda) menganggap bahwa Pangeran Diponegoro berperang mengangkat senjata karena tidak diberi takhta sebagai sultan,” ujar Wardiman yang mengenakan busana serba hitam itu.
Pria kelahiran Pamekasan, 22 Juni 1934 itu mengisahkan riwayat hidup Pangeran Diponegoro mulai 1785 hingga 1855. Buku yang dia tulis tersebut menggunakan referensi buku Jawa maupun Belanda. Di antaranya dari buku Peter Carey yang berjudul Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa.
Versi Wardiman, para penulis Belanda tidak menganalisis latar belakang sosial, politik, dan agama menjelang perang, yakni 1825. Selain itu, mereka juga tak mengetahui latar belakang kehidupan Pangeran Diponegoro secara utuh, sehingga menyuguhkan informasi yang tidak akurat. Dia menulis buku tentang sosok pangeran Diponegoro lantaran cinta pada sejarah sejak di bangku SMP. ”Nilai sejarah saya selalu baik,” ucapnya.
Wardiman mengaku kecintaan pada sejarah pada generasi penerus bangsa harus terus dipupuk. Dia menilai, guru sejarah lah yang punya peran penting dalam hal itu. “Saya rasa 70 persen kuncinya ada di guru,” ungkapnya.
Menurut Wardiman, guru harus terus mau belajar. Melahirkan inovasi dan media pembelajaran yang menyenangkan. Dengan begitu, bisa merangsang keingintahuan anak-anak lebih banyak lagi terkait sejarah.
Hal itu diamini oleh Kepala SMAN 4 Malang Hari Wahjono. Dia mengatakan, acara jumpa tokoh sejarah itu sekaligus menjadi upaya untuk mengulas konsep-konsep sejarah yang selama ini diajarkan. Sebab, menurut dia, kesalahpahaman sekecil apa pun akan berakibat fatal. “Untuk itu, kami ingin terus menghadirkan tokoh-tokoh sejarah yang bisa memberikan pemahaman konsep sejarah yang benar,” ungkapnya.(dre/dan)
Editor : Mahmudan