Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Atasi Banjir, Pemkot Malang Berencana Tambah Tiga Waduk Mini

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 24 Agustus 2023 | 20:00 WIB

 

TANGKAL BANJIR: Pembangunan bozem di Jalan Angklung, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru ditarget selesai pada bulan November.
TANGKAL BANJIR: Pembangunan bozem di Jalan Angklung, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru ditarget selesai pada bulan November.
MALANG KOTA - Selain memperbaiki drainase, Pemkot Malang juga melakukan upaya lain untuk menangkal banjir. Salah satunya dengan membangun bozem atau waduk penampung air. Rencananya, pemkot bakal menambah tiga bozem di beberapa wilayah Kota Malang.

Sebagai informasi, bentuk bozem penangkal banjir itu mirip waduk. Namun ukurannya jauh lebih kecil. Pemkot Malang sudah memiliki satu bozem yang berlokasi di Kecamatan Blimbing. Saat ini, pembangunan Bozem sudah dilakukan di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru. Tepatnya di Jalan Angklung.

Pembangunan itu dilakukan untuk menangkal banjir, dengan cara mengurangi volume air saat hujan deras mengguyur kawasan Soekarno-Hatta dan sekitarnya. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bila proyek Bozem Tunggulwulung selesai, pihaknya bakal membangun tempat serupa di wilayah lain.

Targetnya ada tiga tempat lagi. Namun untuk lokasi tepatnya di mana, pemkot masih perlu melakukan kajian lebih lanjut. ”Kemungkinan besar ada di Kelurahan Bareng. Karena di sana cukup membutuhkan bozem. Kalau sudah dibangun, perkiraan saya bisa selesai itu masalah banjir. Sebab, drainase saja tidak bisa menampung,” terang Sutiaji.

Dia menambahkan, pembangunan bozem itu juga menjadi implementasi dari masterplan drainase yang telah disusun pemkot. Dalam dokumen itu disebutkan target Kota Malang bebas banjir pada 2028. Untuk merealisasikannya, pemkot disebut-sebut butuh dana Rp 1,8 triliun.

Lebih lanjut, terkait progres pembangunan bozem di Kelurahan Tunggulwulung, Sutiaji menerangkan bila saat ini progresnya mencapai 51 persen. ”Kalau ada percepatan jauh lebih bagus, mumpung belum musim hujan. Nanti harapannya begitu sudah hujan, bisa jadi test case bozem itu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Julhardjanto menjelaskan, bozem tersebut bisa menampung air hingga 2.800 meter kubik. Dengan begitu, waduk mini tersebut bisa mengurangi volume air di Kawasan Soekarno-Hatta sampai 20 persen.

Untuk anggaran, pembangunan bozem itu menelan dana Rp 3,39 miliar. Dimensinya memiliki kedalaman 6,5 meter. Panjangnya 70 meter dan lebar 33 meter. ”Selesai pekerjaan diperkirakan pada bulan November,” kata Dandung. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Banjir #Waduk #malang