Pantauan koran ini kemarin, tampak Jalan Semeru yang mengarah ke Stadion Gajayana ditutup sementara oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan polisi. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Bromo. Tampak pula crane di dekat patung. Tali dari crane menjulur dan mengunci empat sisi patung.
”Patung kami ikat dengan tali dari crane supaya tidak bergeser,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman Wijaya. Setelah diikat, rencananya fondasi patung yang lama akan diputus secara bertahap, untuk kemudian dipindahkan ke fondasi baru. ”Kalau menurut pemaparan tim, pemindahannya butuh waktu selama dua hari,” tambah pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Rahman berharap pelepasan patung yang dibangun Juli 1989 itu bisa selesai lebih cepat. Dengan demikian, lalu lintas tidak lama-lama dialihkan karena mobilitas kendaraan di sana cukup tinggi. Untuk diketahui, pemindahan Monumen TGP sudah berjalan sejak Juli lalu.
Pemindahan dilakukan oleh CV Sakti Karya Mandiri, dengan pagu anggaran Rp 721 juta. Ditargetkan, pengerjaan bisa selesai pada bulan September. Pelaksana proyek yang bernama Ilyasi mengatakan, berat monumen yang dipindahkan mencapai dua ton.
Proses pemindahan sudah dilakukan pihaknya sejak kemarin pagi. Kemudian, pada pukul 15.50, patung berpindah ke tempat yang baru. ”Untuk memindahkan monumen itu, kami membutuhkan crane dengan kapasitas 25 ton. Sejauh ini prosesnya lancar,” papar Ilyasi. Selanjutnya, akan dilakukan pengecoran di sekitar monumen. Juga ada tahap penguncian beton. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana