MALANG KOTA - Pemkot Malang telah menetapkan target pendapatan dari penyewaan area komersial Malang Creative Center (MCC). Ke depan, gedung setinggi delapan lantai itu harus bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp 3,3 miliar.
Operasional gedung MCC memang dibagi menjadi dua kategori. Pertama untuk pengembangan ekonomi kreatif yang tidak memungut biaya sewa ruangan. Yang kedua merupakan area komersial. Area itulah yang ke depan akan dikenakan biaya sewa bagi para penggunanya. Komposisi untuk area komersial hanya 25 sampai 30 persen dari total keseluruhan ruangan MCC.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Drs Subkhan menyampaikan, target pendapatan itu belum mencakup potensi secara keseluruhan. Masih ada pendapatan lain dari e-parkir MCC yang dikelola dinas perhubungan (dishub). ”Kalau pendapatan dari sewa sebagian gedung untuk area komersial diperkirakan Rp 3 miliar sampai Rp 3,3 miliar,” tutur Subkhan.
Dia mengaku belum bisa menjabarkan biaya sewa per petak atau ruangan. Menurut Subkhan, penentuan terakhir biaya berada di tangan wali kota. ”Kami di BKAD menunggu surat tembusan dari wali kota agar penyewaan bisa diproses. Pasti nanti ada negosiasi antara pemkot dengan penyewa,” ungkap Mantan Camat Lowokwaru itu.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa penyewaan area komersial MCC kemungkinan baru bisa dimulai Oktober mendatang. Atau setelah peresmian MCC yang rencananya dilaksanakan bulan ini. Sutiaji mengatakan, adanya area komersial ditujukan untuk menjaga keberlangsungan MCC. ”Agar gedung itu bisa membiayai operasionalnya sendiri,” ujarnya.
Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menambahkan, MCC juga diupayakan menjadi pusat pelatihan bagi siswa SMA atau SMK di Jawa Timur. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan Kementerian Pendidikan untuk merealisasikan rencana tersebut. ”Kami juga berharap MCC bisa diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono berjanji akan berkomunikasi dengan pemkot terkait harga sewa area komersial MCC. Menurutnya, biaya itu harus jelas agar tercipta transparansi dalam operasional gedung MCC. ”Kami juga berharap tidak ada lagi pengunduran jadwal peresmian. Karena sudah hampir setahun area komersial belum digunakan sama sekali,” tandas Trio. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana