MALANG KOTA – Taman Krida Budaya Jawa Timur di Jalan Sukarno Hatta Malang dipenuhi pengunjung pada Senin malam (20/11).
Mereka mengerumuni panggung yang menampilkan berbagai tarian topeng.
Tak hanya dari dalam negeri. Beberapa negara juga turut berpartisipasi menampilkan tarian topeng pada event International Mask Festival (IMF) 2023 itu.
Suasana semakin meriah ketika tim dari Kota Andong, Korea Selatan, naik ke atas panggung.
Tiga penampil tampak mengenakan baju tradisional Korea serta memakai topeng.
Mereka membawakan tarian modern kontemporer dengan iringan lagu-lagu K-Pop.
Sontak para penonton yang kebanyakan merupakan mahasiswa turut menyanyikan lagu-lagu yang sudah tak asing di telinga mereka tersebut.
Chaehyeon, salah seorang penari asal Korea Selatan mengaku tidak menyangka mendapat sambutan yang sangat antusias dari para penonton di Kota Malang.
Apalagi, tak sedikit di antara para penonton yang hafal dengan lagu-lagu yang mengiringi penampilan mereka.
”Cukup sulit memakai topeng dan menari. Tapi kami berusaha tampil maksimal sampai akhir,” tutur mahasiswa Andong University tersebut.
Chaehyeon dan dua temannya membawakan tarian yang berjudul Hahoe Byeolsingut Talnori yang merupakan maskot dari Andong Internasional Festival.
Selama tujuh hari berada di Indonesia, dia cukup senang karena dapat bertemu teman dan belajar hal-hal baru terutama tentang budaya di Indonesia.
Chaehyeon memang tampil di empat kota di Indonesia selama gelaran IMF 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyebutkan, IMF merupakan bentuk kerja sama dengan Solo International Performance Art (SIPA) dan Inggil yang berkolaborasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMF 2023.
"Ini adalah kepercayaan yang luar biasa. Kita dianggap sebagai kota yang punya komitmen luar biasa untuk menjaga kelestarian seni topeng," kata dia. Selain dari Korea, festival itu juga dimeriahkan penampil dari Jepang, Equador, dan Filipina. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana