MALANG KOTA – Pemkot Malang memasang pengaman tambahan di Jembatan Jalan Soekarno-Hatta sejak 22 November 2023.
Tujuannya untuk mencegah upaya bunuh diri seperti yang pernah dilakukan pemuda asal Kecamatan Ngajum pada 26 Mei lalu.
Hingga kemarin (5/11), pekerja masih terus memasang pembatas yang lebih tinggi di atas pagar yang sudah ada.
Pantauan wartawan koran ini kemarin sore, total sudah ada 10 bidang pembatas berbentuk jaring-jaring kawat yang dipasang.
Menurut seorang pekerja yang bernama Ghozali, pengerjaan saat ini memasuki pekan kedua.
“Agak lambat karena beberapa hari terakhir turun hujan," katanya.
Dia menjelaskan, untuk menutup empat sisi dua jembatan yang berdampingan di Jalan Soekarno Hatta, pihaknya membutuhkan pagar dari besi berbentuk jaring-jaring sepanjang 400 meter.
Pekerjaan itu ditarget selesai pada 10 Desember 2023.
“Kalau ditotal mungkin ada 58 bidang pagar dengan tinggi masing-masing sekitar 2,5 meter," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto menjelaskan, pengerjaan proyek itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Tujuannya tidak hanya untuk mencegah aksi bunuh diri.
“Tapi juga menghalangi orang tidak bertanggung jawab yang suka buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Dandung mengatakan, selama ini memang masih ada orang yang sengaja membuang sampah dari atas jembatan.
Hal itu bahkan menjadi temuan pekerja yang memasang pengaman jembatan selama dua pekan terakhir.
“Selain di Jembatan Soekarno-Hatta, kami juga memasang pengaman serupa di jembatan lain. Seperti di Jalan Pelabuhan Tanjungmas, Jalan Mahakam, seluruh jembatan di Kelurahan Bandulan, Jalan Oro-oro Dowo, dan Jalan Buring,” pungkas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana