Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bisnis Properti di Malang Diperkirakan Makin Meningkat

Mahmudan • Selasa, 13 Februari 2024 | 18:35 WIB

PELUANG BELI RUMAH: Salah satu remaja mengamati rumah di salah satu perumahan di Kota Malang kemarin.
PELUANG BELI RUMAH: Salah satu remaja mengamati rumah di salah satu perumahan di Kota Malang kemarin.
 

 

 

MALANG KOTA – Penerapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 30 tahun diperkirakan akan mendongkrak bisnis properti. Generasi Z yang umumnya sulit memiliki rumah, kini bakal mendapat peluang dengan sistem tersebut.

Sepanjang 2023 lalu, Bank Tabungan Negara (BTN) Malang telah menyalurkan lebih dari 400 unit rumah dengan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Angka tersebut melampaui target penyaluran pada 2023 sebesar 107 persen. Tahun ini diperkirakan akan semakin meningkat lagi.

Branch Manager BTN Malang Turmono mengatakan, tidak hanya KPR subsidi banyak diminati masyarakat di Kota Malang untuk membeli rumah. Tapi KPR non-subsidi juga. “Kalau subsidinya menggeliat, KPR non-subsidinya juga pasti ikut menggeliat,” ujar Trumono kemarin (12/2).

Menurut dia, orang membeli rumah bukan hanya untuk dihuni. Tapi tidak sedikit yang orientasinya untuk investasi. Apalagi Malang merupakan kota pendidikan sekaligus wisata, sehingga potensial untuk investasi. “Ketika lulus, banyak yang membeli rumah untuk investasi sekaligus kenang-kenangan,” imbuhnya.

Bahkan, dia melanjutkan, tak jarang orang tua dari luar kota membelikan rumah untuk anaknya yang mengenyam pendidikan di Malang. Hal itu dinilai lebih efektif ketimbang mengontrak atau kos.

Untuk harga rumah yang laris, dia menyebut di kisaran Rp 200 juta hingga Rp 700 juta per unit. Sementara jangka waktu KPR yang diambil bermacam-macam, dengan tenor paling lama 30 tahun.

Turmono mengatakan, KPR dengan jangka waktu 30 tahun sangat memudahkan para gen Z (lahir 1997 ke atas) untuk memiliki rumah. Namun dia menyarankan, tetap harus disesuaikan dengan penghasilan masing-masing. “Yang pasti, harus tetap ada fungsi saving 30 sampai 40 persen dari penghasilan,” tuturnya.

Pada 2024 ini, dia melanjutkan, penyaluran KPR oleh bank yang fokus pada sektor perumahan diproyeksikan akan lebih tinggi lagi. Sebab, kebutuhan rumah semakin meningkat, meski harga rumah subsidi mengalami peningkatan 3 persen.(dur/dan)

Editor : Mahmudan
#kpr rumah #Kota Malang #properti