MALANG KOTA - Bozem atau waduk mini di Kelurahan Tunggulwulung telah beroperasi akhir tahun lalu. Namun masih membutuhkan beberapa tambahan fasilitas. Seperti indikator ketinggian air, penambahan tinggi pagar, dan CCTV.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, penambahan yang paling utama adalah penanda ketinggian air. Alat tersebut dibutuhkan untuk memudahkan petugas melakukan pemantauan debit air. ”Alat tersebut juga berguna untuk mengumpulkan data. Berapa ketinggian air saat hujan deras dan hujan biasa, sehingga bisa dianalisis potensi banjir," terang Wahyu, kemarin.
Kemudian tambahan fasilitas lain yang diperlukan yakni untuk keamanan. Misalnya, pagar yang mengelilingi bozem ditinggikan. Saat ini, pagar bozem baru memiliki tinggi sekitar 70 centimeter.
Pagar yang tidak terlalu tinggi dinilai membahayakan. Sebab, masyarakat bisa dengan mudah memasuki area bozem. "Kalau fungsi untuk menekan banjir, saya lihat sudah maksimal. Kapasitasnya bisa mencapai 2.871 meter kubik. Hanya butuh tambahan beberapa saja," paparnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Julhardjanto mengatakan, pihaknya segera melakukan penambahan sesuai arahan Pj Wali Kota Malang. Khusus untuk CCTV, lanjutnya, masih akan dilakukan kajian.
”Karena bozem bisa digunakan sebagai sarana rekreasi masyarakat. Maka perlu ada penambahan sarana dan prasarana. Nanti akan ditambahkan tanaman peredu agar lebih cantik,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Dandung menambahkan, bozem tersebut juga akan ditambah pintu air. Sebelumnya hanya ada satu pintu air di sisi selatan. Nantinya akan di tambah di sisi utara. ”Pintu sisi selatan itu sementara kami tutup, karena banyak timbunan sampah. Kalau dibuka bisa masuk ke bozem. Harus ada tambahan satu pintu untuk keluar masuk air," papar Dandung. (adk/dan)
Editor : Mahmudan