Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kontrol Emosi Anak Autis lewat Aktivitas Melukis  

Mahmudan • Rabu, 6 Maret 2024 | 18:15 WIB

 

BERKARYA: Salah satu anak autis berlarian usai melukis dan mewarnai di gedung Malang Creative Center (MCC) Jalan A. Yani, Blimbing, Kota Malang, kemarin (5/3).
BERKARYA: Salah satu anak autis berlarian usai melukis dan mewarnai di gedung Malang Creative Center (MCC) Jalan A. Yani, Blimbing, Kota Malang, kemarin (5/3).

 

 

MALANG KOTA – Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kreativitas anak-anak dengan spektrum autis. Salah satunya melukis dan mewarnai. Tujuannya untuk pendekatan holistic yang memperhatikan aspek kognitif, sosial, dan emosional anak autis.

Kemarin (5/3), belasan anak autis latihan melukis dan mewarnai di gedung Malang Creative Center (MCC). Kegiatan yang berlangsung sejak 27 Februari lalu itu digelar oleh Malang Autism Center (MAC).

Founder MAC Mohammad Cahyadi mengatakan, melukis dan mewarnai membuat anak-anak autis memiliki kemampuan di bidang seni. ”Dari total 12 anak di tempat kami, ada empat yang dinyatakan berbakat. Bisa jadi mereka nantinya memiliki hasil kerja lebih baik dari pada pekerja mural lainnya,” ungkapnya.

Ada beberapa karya dari anak autis yang dibuat dan ditampilkan di MCC. Mulai gambar rumah, motif kotak yang dipadukan dengan polkadot, kartun Spongbob, hingga ruang angkasa.

Cahyadi menjelaskan, kegiatan yang diberikan pada anak-anak autis kali akan berdampak terhadap perilaku mereka. ”Rutinitas positif seperti ini bisa membantu anak-anak lebih fokus, tenang, dan mampu mengontrol emosi. Dengan demikian, mengurus mereka tidak lagi menjadi beban bagi keluarga,” tegasnya.

Dalam kegiatan mengasah kreativitas anak-anak autis tersebut, MAC juga menggandeng salah satu produsen cat premium. Mereka berharap kolaborasi itu kelak bisa menghasilkan kemandirian ekonomi bagi anak-anak autis. Jika memungkinkan mereka berharap bisa membantu penyandang celebral palsy juga. ”Tapi untuk saat ini kami masih fokus dengan anak autis. Mengingat jumlah anak autis di Indonesia ada sekitar 4 juta,” tandasnya. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
#MCC #melukis #autis #Kota Malang