Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ramadan 2024, WBP Lapas Perempuan Sukun Malang Panen Pesanan

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 20 Maret 2024 | 18:16 WIB
BERKAH PUASA: Warga binaan pemasyarakatan Lapas Perempuan Sukun membuat kerajinan rajutan untuk memenuhi pesanan yang meningkat selama Ramadan.
BERKAH PUASA: Warga binaan pemasyarakatan Lapas Perempuan Sukun membuat kerajinan rajutan untuk memenuhi pesanan yang meningkat selama Ramadan.

MALANG KOTA - Ramadan bukan waktunya bermalas-malasan.

Apalagi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang.

Mereka justru kebanjiran pesanan.

Mulai dari peci rajut, peci haji, hingga kue Lebaran. Pada saat yang sama, WBP yang beragama Islam juga memperbanyak ibadah, seperti salat sunah dan tadarus Alquran.

Salah seorang WBP, Ana, mengaku banyak kegiatan yang dia lakukan setiap hari selama Ramadan.

Mulai dari salat berjamaah, mengikuti pondok pesantren, hingga tadarus Alquran.

Selain itu, dia selalu menghabiskan waktu sekitar tiga jam dalam sehari untuk membuat rajutan di Griya Hasta Karya LPP Kelas IIA Malang.

Saat ini, produk yang banyak dibuat adalah peci rajut dan peci haji.

Produksi kali ini tak hanya untuk pasokan kebutuhan saat Lebaran saja. Namun juga untuk memenuhi kebutuhan saat musim haji mendatang. 

Ana tak bekerja sendirian.

Ada 108 WBP lainnya yang juga turut merajut. Satu orang bisa menghasilkan satu peci rajut setiap hari.

”Ada juga yang dua hari baru berhasil membuat satu peci. Bergantung dari keahlian dan kecepatan merajut,” ucapnya.

Menurut Ana, kegiatan merajut tak hanya memberikan penghasilan.

Tapi juga ampuh untuk mengobati perasaan sedih lantaran tak bisa berkumpul dengan keluarga.

“Terus terang sedih karena Ramadan tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi dengan berkegiatan seperti ini bisa mengalihkan perasaan itu,” ungkapnya.

Zainab, WBP lain yang berada di bagian bakery, juga mengaku bekerja ekstra sejak awal Ramadan.

Pasalnya, pesanan kue kering untuk Lebaran juga meningkat signifikan.

Sejauh ini Zainab mengaku sudah menghabiskan satu karung terigu untuk pembuatan enam jenis kue kering.

Mulai dari kue nastar, stroberi cookies, kastengel, kue kacang, kue cokelat, hingga kue emping.

”Kalau satu karung terigu itu beratnya sekitar 25 kilogram,” ucapnya.

Pada hari-hari biasa, Zainab dan tiga rekannya di bagian bakery hanya melakukan produksi jika ada pesanan saja.

Tapi lebih banyak berupa kue basah. Karena itu, dia merasa bersyukur dengan banyaknya pesanan yang datang selama Ramadan.

Sementara itu, Kepala LPP Kelas IIA Malang Yunengsih mengatakan, kesibukan WBP selama Ramadan bukan terjadi kali ini saja.

Tahun-tahun sebelumnya, mereka juga melakukan hal yang sama. Hanya saja, tahun ini jumlah pesanan memang meningkat.

”Kami bekerja sama dengan beberapa pihak untuk membina keterampilan WBP LPP Kelas IIA Malang. Sehingga produk yang mereka hasilkan sudah layak jual dan sudah kami pasarkan juga,” ungkapnya.

Beberapa WBP juga mengikuti kegiatan tadarus Alquran. Kegiatan itu tidak diwajibkan.

Hanya yang berminat dan lancar membaca Alquran saja yang mengikuti.

”Ada sekitar 80 WBP yang mengikuti program tadarus Alquran tahun ini,” ujarnya.

Menurut Yunengsih, para WBP yang mengikuti kegiatan tadarus Alquran memiliki target untuk menuntaskan 4 sampai 5 juz per hari.

Sehingga mereka bisa khatam sebanyak 4-5 kali selama bulan Ramadan ini. (dre/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ramadan 2024 #lapas wanita sukun malang #WBP