MALANG KOTA - Tahun ini perayaan Paskah kembali jatuh bersamaan dengan Ramadan.
Umat Kristiani pun melaksanakan tradisi teatrikal kisah sengsara Yesus Kristus.
Sebanyak 95 anak gereja menampilkan teatrikal itu di Gereja Katolik St Yohanes Pemandi Janti, Kecamatan Sukun, kemarin (29/3).
Acara tersebut dihadiri sekitar 450 jemaat.
Diawali dengan teatrikal via dolorosa atau jalan salib di depan gereja.
Kemudian dilanjutkan dengan visualisasi kisah sengsara Yesus.
Pendamping Orang Muda Katolik (OMK) Egidius Gantang Sakrista Rothmano menjelaskan, visualisasi itu diharapkan menjadi refleksi bagi setiap umat Katolik.
”Tujuannya memang sebagai pengingat agar tak menambah beban Yesus,” terangnya.
Egi menambahkan, pemeran dalam teatrikal itu merupakan anak-anak muda yang tergabung dalam OMK.
“Pemerannya usia SD hingga SMA. Kalau krunya dari mahasiswa,” jelas Egi.
Sebanyak 95 anak berperan dalam teatrikal. Sementara 30 orang terlibat sebagai pendamping atau kru.
Menurutnya, persiapan kegiatan itu sudah dimulai sejak Februari lalu.
Semua yang terlibat melakukan latihan seminggu dua kali. Melalui latihan bersama, keakraban dan komunikasi anak muda gereja dapat terjalin lebih erat.
“Selain itu, tujuan kita adalah membentuk anak muda yang cinta gereja,” lanjut pria berusia 25 tahun itu.
Ketua Panitia Perayaan Paskah Sumarwahyudi mengatakan, teatrikal semacam itu merupakan tradisi gereja tiap Paskah.
Selain sebagai bentuk peringatan, juga memberikan gambaran kepada para jemaat untuk melihat pengorbanan Yesus.
Di luar itu, serangkaian perayaan lain juga sudah digelar.
Seperti Misa Kamis Putih pada Kamis (28/3) lalu.
”Sore ini (kemarin) dilanjutkan misa Jumat Agung sebanyak dua kali, pukul 15.00 dan pukul 18.00,” terang pria berusia 32 tahun itu.
Sementara itu, hari ini akan digelar Misa Malam Paskah pada pukul 18.00 dan 21.00.
Serangkaian perayaan Paskah akan ditutup dengan perayaan bagi umat lansia.
”Ada 248 lansia yang akan kami beri bingkisan,” pungkasnya.(jb2/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana