MALANG KOTA – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-110 Kota Malang.
Jika biasanya doa bersama digelar di halaman balai kota Malang, kemarin (31/3) dilaksanakan di Alun-Alun Merdeka.
Selain doa bersama juga digelar silaturahmi pejabat Pemkot Malang dengan ulama, santunan anak yatim, hingga nostalgia dengan permainan blegur atau blanggur (membunyikan meriam kecil dari bambu).
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya memilih suasana berbeda untuk doa bersama HUT Kota Malang tahun ini.
Orang nomor satu di Pemkot Malang itu ingin menghadirkan kesan nostalgia Kota Malang tahun 80-an hingga 90-an.
”Salah satunya yang dihadirkan hari ini (kemarin, 31/3) adalah blanggur. Sewaktu saya kecil dulu, blanggur menandakan jam berbuka. Serta keberadaannya hanya di Alun-Alun Merdeka,” jelas Wahyu.
Dengan adanya blanggur tersebut, dia berharap masyarakat Kota Malang diingatkan kembali dengan tradisi.
Sedangkan untuk santunan anak yatim, Wahyu mengatakan, ada 110 anak yang diberi santunan.
”Ada juga doa lintas agama. Semoga Kota Malang aman dan kondusif. Sejalan dengan apa yang diinginkan masyarakat,” tutur alumnus Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.
Rangkaian peringatan HUT akan dilanjutkan hari ini (1/4).
Rangkaian pertama adalah ziarah di makam Ki Ageng Gribig.
Kemudian dilanjutkan dengan upacara bersama ASN Pemkot Malang.
Selanjutnya ada napak tilas.
Bangunan sejarah yang akan dikunjungi di antaranya adalah Gedung Kesenian Gajayana, Toko Oen, Stasiun Malang, dan Gedung Bank Indonesia.
Kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama revitalisasi Alun-Alun Merdeka.
(adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana