MALANG KOTA- Beberapa wilayah di Kota Malang kembali tergenang kemarin sore (2/4).
Itu setelah hujan deras terjadi mulai pukul 13.40 sampai 15.13.
Berdasar data BPBD Kota Malang, tercatat ada 16 lokasi yang tergenang air.
Salah satunya di Jalan Letjen S Parman.
Di sana, tinggi air hampir mencapai lutut orang dewasa.
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terhambat.
Berdasar pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang, terlihat ada dua mobil berwarna putih yang mogok.
Genangan juga tampak di Jalan Kedawung.
Tepatnya di batas RW 11, Kecamatan Lowokwaru.
Di sana, tinggi air juga mencapai lutut orang dewasa.
Sebaliknya, untuk Jalan Raya Malang-Surabaya cenderung tidak terlalu tergenang.
Meski demikian, kemacetan sempat terjadi.
Kendaraan yang melintas tersendat karena genangan di beberapa titik.
Salah seorang warga di Jalan Letjen S Parman bernama Johanes mengatakan, hujan deras terjadi sekitar satu jam.
”Karena saluran airnya tidak mampu menampung air, akhirnya airnya meluap ke jalan,” kata pria berusia 50 tahun tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugraha mengatakan, selain di sekitar Jalan Letjen S Parman dan Jalan Kedawung, pihaknya juga memantau genangan di beberapa lokasi lainnya.
”Di antaranya di Jalan Danau Maninjau, Jalan Danau Ranau, Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, hingga Jalan Borobudur,” beber dia.
Lokasi lain di Jalan Bareng Raya dan Jalan Soekarno-Hatta juga tergenang air.
”Ketinggiannya bervariasi antara 10 sampai 50 sentimeter,” tambah pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Sampai sore kemarin, pihaknya masih melakukan pemantauan.
Baik lewat early warning system (EWS) maupun jajaran kelurahan tangguh.
Beruntung tidak ada bencana lain yang menyebabkan korban jiwa atau kerusakan.
Terpisah, Staf Bidang Drainase Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Syamsu Ismail menyebut bahwa genangan terjadi karena beberapa faktor.
Misalnya saja di Jalan Letjen S Parman maupun Jalan Kedawung.
”Kami belum melakukan pengangkutan sampah dan sedimen karena tim kesulitan,” kata dia.
Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan.
Baik di sana maupun di lokasi lainnya.
”Salah satu lokasi yang kami pantau adalah di Jalan Veteran.
Kami membersihkan gorong-gorong yang dipenuhi kotoran seperti sampah plastik,” tegasnya. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana