Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mulai Harga Rp 190 Jutaan, Perumahan Murah di Malang Bergeliat, Pengembang Baru Jajaki Kecamatan Kedungkandang

Bayu Mulya Putra • Jumat, 19 April 2024 | 20:45 WIB

 

 

Pembangunan masih berlangsung di salah satu perumahan di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Beberapa perumahan baru bakal hadir di sana.
Pembangunan masih berlangsung di salah satu perumahan di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Beberapa perumahan baru bakal hadir di sana.

MALANG KOTA – Sektor perumahan rumah dengan bidikan middle low di Kota Malang kembali bergeliat.

Itu dibuktikan dengan bertambahnya izin pembangunan perumahan baru di Kota Malang.

Sedikitnya, ada dua sampai enam pengembang yang menjajaki Kecamatan Kedungkandang Kota Malang untuk membangun perumahan.

”Saya tidak hafal jumlah pastinya, tapi sekitar dua permohonan izin perumahan baru,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan.

Dia melanjutkan, permohonan izin yang diajukan kebanyakan untuk perumahan komersil.

”Kisaran harga rumah yang akan dibangun di sana antara Rp 300 juta sampai Rp 500 juta,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Meski demikian, permohonan izin perumahan yang masuk masih akan dikaji kembali oleh pihaknya.

Sebab, ada sebagian yang masuk dalam lahan hijau.

Karena itu, pihaknya sedang berkoordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

”Selain di Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun serta Kecamatan Lowokwaru juga menjadi jujukan,” sebutnya.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Kota Malang Salman Al Farisy membenarkan bahwa ada beberapa anggotanya yang mengajukan izin untuk pembangunan perumahan baru.

Sedikitnya ada enam pengembang yang sedang menjajaki pembangunan perumahan kategori middle low.

”Di sana masih bisa membangun rumah yang harganya antara Rp 190 juta sampai Rp 350 juta,” terangnya.

Untuk lokasi lain, Salman menyebut Kecamatan Sukun.

Namun, karena harga tanah di sana cenderung lebih mahal.

Karena itu, kebanyakan pengembang hanya melakukan pengembangan dari perumahan lama.

Jumlahnya ada satu pengembang.

Selain itu, Kecamatan Lowokwaru dengan segmentasi rumah kos.

Itu karena di sana merupakan kawasan kampus.

Salman memberi contoh, pada triwulan pertama tahun 2024, pihaknya mengamati penjualan rumah cenderung stabil.

Satu pengembang rata-rata bisa menjual tiga sampai lima unit.

”Seperti yang terjadi selama triwulan akhir tahun 2023,” ucapnya.

Menurut Salman, kondisi penjualan rumah yang meningkat itu terjadi karena pemkot banyak memberikan relaksasi.

Misalnya, bebas PPN dan potongan diskon untuk administrasi.

Demikian pula dengan perbankan yang memberikan program bunga murah.

”Karena itu, banyak pengembang yang menghadirkan program besar-besaran seperti uang muka nol persen,” tutur pria yang juga Wakil Direktur PT Notojoyo Nusantara tersebut.

Namun, pihaknya belum bisa sepenuhnya bernapas lega.

Sebab, beberapa bulan ke depan ada beberapa kondisi yang berpotensi membuat penjualan rumah berjalan fluktuatif. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Harga #malang #perumahan murah