Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4 Opsi Kantong Parkir Kajoetangan Heritage Malang, Ini Daftar Lokasinya

Bayu Mulya Putra • Jumat, 31 Mei 2024 | 17:21 WIB
Lalu lintas padat di Kajoetangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Kota Malang
Lalu lintas padat di Kajoetangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Kota Malang

MALANG - Problem parkir di Kajoetangan Heritage bisa terurai tahun depan.

Saat ini, Pemkot Malang terus melakukan persiapan untuk merealisasikan programnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah menuntaskan kajian untuk mencari opsi kantong parkir baru.

Hasilnya ada empat opsi kantong parkir baru yang bisa dibuka tahun depan.

Salah satunya di sekitar Hotel Trio Indah.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, empat titik itu merupakan hasil kajian yang telah dilakukan pihaknya pada awal 2024.

Selanjutnya, opsi keempat lokasi itu akan dirundingkan bersama DPRD Kota Malang.

"Intinya kami siap untuk menyediakan kantong parkir. Tapi perlu dilihat dulu anggaran yang ada," terang Jaya.

Dia menerangkan, lokasi paling pas berada di Alun-Alun Mal atau Ramayana.

Sebab, aset itu merupakan milik Pemkot Malang.

Sebagai perbandingan, tiga lokasi lain merupakan aset milik warga.

Sehingga proses pembebasan lahannya membutuhkan anggaran cukup besar.

"Tapi meskipun di aset pemkot, opsi di Alun-Alun Mal perlu pembicaraan. Sebab ada kontrak dengan Ramayana," kata Pejabat Eselon II B tersebut.

Dia menekankan, pemkot tidak hanya berdiskusi dengan legislatif.

Pihaknya juga akan melakukan uji publik terkait titik mana yang paling cocok dijadikan lahan parkir Kajoetangan Heritage.

"Itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebagai pertimbangan ketika berdiskusi terkait anggaran dengan dewan," tambah Jaya.

Dari hasil kajian dishub beberapa waktu lalu, kapasitas parkir di Mal Alun-Alun bisa menampung 1.800-an kendaraan roda dua dan 60 kendaraan roda empat.

Dengan catatan dua lantai difungsikan menjadi lahan parkir.

Sedangkan, titik lain seperti lahan eks Bioskop Merdeka dan ruko 52 atau 54.

Kemungkinan besar kapasitas kendaraannya tidak sampai 1.000 unit.

Berkisar antara 500-an kendaraan roda dua.

Dengan demikian, kapasitas kantong parkir terbesar berada di Mal Alun-Alun.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengaku bila pihaknya telah membahas Alun-Alun Mal sebagai titik parkir.

Secara khusus, pihaknya telah meminta kepada dinas terkait untuk tidak memperpanjang sewa Ramayana.

"Kami lihat dulu anggaran pada APBD 2025 apa cukup untuk pengadaan parkir. Kalau cukup, Ramayana tidak usah diperpanjang kontraknya," kata Arief.

Namun di sisi lain, Arief juga tak memungkiri ada peluang anggaran tidak cukup untuk membiayai pengadaan kantong parkir tahun depan.

"Untuk titik lain kami juga akan melihat atau mempertimbangkannya. Intinya kebutuhan parkir itu mendesak," tandas pria yang juga bertugas sebagai tim badan anggaran (banggar) DPRD Kota Malang.(adk/mel/by)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Parkir #Kota Malang #Kajoetangan Heritage