Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perbankan Ancang-Ancang Beri Support Pencanangan Kajoetangan Heritage Malang sebagai Cagar Budaya

Bayu Mulya Putra • Jumat, 31 Mei 2024 | 17:43 WIB
Bule sedang berjalan di kampung heritage Kajoetangan Malang
Bule sedang berjalan di kampung heritage Kajoetangan Malang

MALANG - Selain mematangkan rencana pengadaan parkir, Pemkot Malang juga berniat mencanangkan Kajoetangan Heritage sebagai kawasan cagar budaya pertama sekaligus satu-satunya.

Sebelum rencana itu terealisasi, pemkot harus melakukan kajian untuk mengumpulkan struktur, situs, maupun bangunan yang bisa dicanangkan sebagai kawasan cagar budaya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi mengatakan, setelah dicanangkan sebagai kawasan cagar budaya, penataan Kajoetangan Heritage tidak bisa dilakukan sembarangan.

Jika ingin melengkapi fasilitas seperti lampu hias dan mural, harus sesuai dengan karakteristik di sana.

Tujuannya agar tidak menghilangkan nilai historis.

”Sekarang kami masih proses melengkapi komponen-komponen yang mendukung Kajoetangan sebagai kawasan cagar budaya,” kata dia.

Ada beberapa komponen yang rencananya dikaji.

Misalnya saja, Rumah Namsun, Kafe Lafayette, Bank BNI, dan beberapa hunian warga di koridor Kajoetangan Heritage.

Untuk mengkaji komponen-komponen itu, Rakai memperkirakan butuh waktu sekitar tiga bulan.

Namun, saat ini pihaknya masih menyelesaikan kajian di kawasan Tugu.

Tepatnya di Balai Kota Malang dan Stasiun Malang.

”Kalau kawasan Tugu sudah mendapat SK kawasan cagar budaya, kami akan bergerak ke Kajoetangan Heritage,” imbuhnya.

Sementara yang sudah dikaji dan mendapat SK adalah Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Kajoetangan.

Gereja tersebut mendapat SK sebagai bangunan cagar budaya.

Selain itu ada Toko Oen.

Kemudian, ada Makam Mbah Honggo sebagai situs cagar budaya dan Patung Chairil Anwar sebagai struktur cagar budaya.

Menurut Rakai, kajian Kajoetangan Heritage harus segera dirampungkan jika pemkot ingin menjadikan area itu sebagai kawasan cagar budaya.

Selain penataan dari aspek his toris dan kebudayaan, Pemkot Malang juta menjalin kerja sama dengan perbankan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama itu berupa pembangunan Kajoetangan sebagai kawasan inklusif keuangan.

Rencananya, kerja sama tersebut berlangsung mulai Juni mendatang.

Sekretaris Forum Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Malang Agung H Buana menjelaskan, ada beberapa instansi yang memiliki rencana untuk mengembangkan Kajoetangan Heritage.

Seperti Bank Mandiri, Bank Jatim, BRI, BNI, dan BCA.

Mereka berencana melakukan pelaksanaan program kawasan inklusif keuangan.

Menurut dia, pembahasan pengembangan Kajoetangan Heritage oleh perbankan itu sudah dilakukan sejak 2023.

Agung menyebut, bentuk kerja sama itu beragam.

Misalnya saja untuk memenuhi fasilitas di Kajoetangan Heritage.

”Di catatan kami, pokdar wis (kelompok sadar wisata) sudah mengajukan daftar kebutuhan seperti pengadaan papan identitas, pemasangan tiket boks, hingga penambahan penerangan lampu dekoratif,” sebutnya.

Selain penambahan infrastruktur fisik, ada program pembinaan untuk masyarakat.

Ditujukan kepada 250-an UMKM.

”Mereka merupakan UMKM lokal yang terdiri dari RW 1, RW 9, RW 2, dan RW 10,” imbuh Agung.

Di samping pembinaan, ada fasilitas asuransi.

Lalu pengadaan program pembayaran non-tunai atau cashless melalui QRIS hingga pembayaran parkir menggunakan e-parking. (adk/mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kota Malang #Kajoetangan Heritage