MALANG KOTA – Arak-arakan hewan kurban di Mergosono setiap Hari Raya Idul Adha bisa terus berlanjut.
Sebab, penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengizinkan euforia berupa arak-arakan, bahkan orang nomor satu di Pemkot Malang itu akan berpartisipasi.
Seperti diketahui, arak-arakan hewan kurban yang paling tersohor biasanya dilakukan di sepanjang Jalan Gatos Subroto, Mergosono.
Hampir setiap tahun, puluhan ekor kambing dan beberapa sapi diajak berjalan sekitar ratusan meter sebelum disembelih.
Wahyu mengatakan, arak-arakan hewan kurban merupakan tradisi yang harus dilestarikan.
Sehingga Pemkot Malang tidak akan melarang kebiasaan tersebut.
"Kalau takbiran diimbau dilaksanakan di masjid atau musala saja. Arak-arakan bebas, kami mendukung," tuturnya.
Dia mengaku mendapat undangan khusus dari panitia kurban di Mergosono.
Jika tak ada aral, Wahyu akan mengikuti Salat Idul Adha dan arak-arakan tersebut.
"Saya akan salat di Masjid An-Noor di Kidul Pasar. Kemudian ikut arak-arakan," sambung alumnus Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengimbau agar penyembelihan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Seperti di Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas).
Itu sesuai dengan Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 114 tahun 2014.
Husnan menambahkan, pemeriksaan hewan juga dilaksanakan setelah penyembelihan.
Itu untuk memastikan daging yang akan dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman.
"Sebelum penyembelihan kami juga sudah melakukan pemeriksaan dan meminta pedagang melengkapi surat kesehatan hewan," tandasnya. (adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana