MALANG KOTA - Potensi wisata berbasis kampung mulai digali.
Pemkot Malang berupaya memasukkan event (acara) wisata bisa masuk kalender pariwisata tahunan.
Tujuannya tentu untuk menarik wisatawan mau datang.
Pemkot Malang mengusulkan Pasar Tempo Doeloe dapat masuk kalender event wisata.
Tentu saja jumlah acara akan semakin banyak.
Dari data pemkot dalam setahun ada 153 acara wisata yang digelar.
Artinya, Pasar Semar Tempo Doeloe ke depan akan menjadi event ke-154 yang masuk dalam kalender.
”Event ini (Pasar Semar Tempo Doeloe) punya ciri khas yakni menonjolkan nilai kebudayaan. Apalagi sejarah dihadirkan begitu kuat,” jelas Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kemarin.
Event yang berlangsung di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 6/RW 2 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing itu punya beberapa keunikan.
Yakni menyuguhkan tari remo, wayang, ngaji, hingga pertunjukan menumbuk lesung padi.
Di samping itu, ada stan kuliner tempo doeloe dan pawai budaya yang digelar 26 Juli.
Menurut Wahyu, Pasar Semar Tempo Doeloe bisa menjadi pembelajaran sekaligus pemberdayaan UMKM.
Ketua RT 6 RW 2 Edi Sugianto mengatakan, event yang digelar jadi yang pertama digelar.
Sebelumnya, kegiatan seperti itu dilakukan RW lain. Kegiatan akan dilaksanakan sampai 27 Juli.
Edi menyebut, ada 20 stan yang disuguhkan dalam Pasar Semar Tempo Doeloe.
Seluruhnya melibatkan warga.
Termasuk kegiatan budaya seperti penampilan tari Remo dan pawai budaya.
”Semuanya talenta lokal. Bahkan, stan yang ada juga menyajikan makanan lokal produksi warga seperti bayam Brasil,” jelasnya.
Edi berharap, melalui Pasar Semar Tempo Doeloe, UMKM lokal bisa ikut maju.
Salah satunya bayam Brasil yang selama ini jadi unggulan dan kerap jadi oleh-oleh wisatawan. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana