MALANG KOTA - Genangan air saat terjadi hujan masih menjadi masalah yang dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Lowokwaru.
Untuk mengatasinya, Pemkot Malang membangun dua drainase baru.
Yakni di Jalan Sigura-gura dan Jalan Cempaka Kuning.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Yani Prasetyo mengatakan, dua drainase baru itu dibangun untuk mengatasi genangan di delapan lokasi.
Drainase di Jalan Sigura-gura akan mengurangi genangan di Jalan Bendungan Jati Luhur, Jalan Bendungan Bening, Jalan Bendungan Sengguruh, dan kawasan Klaseman.
Sementara drainase di Jalan Cempaka Kuning untuk mengurangi genangan di Jalan Bungur, Jalan Mawar, Jalan Melati, dan Jalan Kedawung.
”Untuk spesifikasinya, masing-masing memiliki ukuran panjang 500 meter,” ujarnya kemarin (26/7).
Menurut Yani, yang sedang berjalan saat ini adalah pembangunan drainase di Jalan Cempaka Kuning.
Drainase itu memanjang sampai ke Jalan Anggrek Vanda.
Pihaknya sudah mulai melakukan penggalian sejak Senin lalu dengan mengerahkan sekitar 10 personel.
Dia menilai pembangunan drainase di Jalan Cempaka Kuning sangat penting.
Sebab, kawasan itu kerap mendapat air kiriman yang berasal dari Jalan Mawar setiap hujan deras.
Tinggi genangan bisa mencapai 30 sentimeter.
Meski cepat surut, kondisi itu sangat mengganggu masyarakat.
”Kalau drainase Jalan Sigura-gura masih proses perhitungan awal. Anggaran untuk membangun masing-masing drainase baru sekitar Rp 3 miliar. Proses pengerjaan ditarget rampung November,” sebut lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Cipta Karya tersebut.
Yani menambahkan, tahun ini pihaknya fokus menangani drainase dan genangan di Kecamatan Lowokwaru.
Selain di dua lokasi itu sebenarnya juga ada drainase baru di Jalan Joyo.
Sementara untuk pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta, pihaknya menunggu dana dari pemerintah pusat. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana