MALANG KOTA - Tanggal 31 Juli 1947 menjadi hari bersejarah bagi Kota Malang.
Di Jalan Salak, yang saat ini dikenal sebagai Jalan Pahlawan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), terjadi sebuah pertempuran.
Sebanyak 35 pejuang Trip gugur saat melawan pasukan militer Belanda.
Baca Juga: Pemkot Siapkan Perwali Peringatan Hari Besar Daerah
Semua dikubur di sana.
Untuk mengenang perjuangan tersebut, Paguyuban Mas Trip mengusulkan agar 31 Juli ditetapkan sebagai hari besar daerah.
”Pertempuran di Jalan Salak itu sangat luar biasa, mereka (yang gugur) masih usia SMP dan SMA, tapi sangat berani,” terang Kepala Dewan Penasehat Paguyuban Mas Trip Hendy Hendriono.
Walaupun mereka gugur, perjuangan itu tidak sia-sia.
Semangat dari tentara pelajar itu mampu membangkitkan semangat warga Kota Malang pada saat itu.
Beranjak dari hal tersebut, dia berharap 31 Juli dapat ditetapkan sebagai hari besar daerah Kota Malang.
”Semoga cepat dikeluarkan sebagai putusan wali kota,” harap Hendy.
Saat ini juga telah dilakukan kajian sejarah pahlawan Trip sebagai muatan lokal (mulok) pendidikan di Kota Malang.
”Baru dimulai, ada tim pengkajian yang menyusun. Untuk bentuknya seperti apa nanti dijelaskan Disdikbud,” tambahnya.
Sementara itu Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut bila para pemuda Kota Malang harus mengetahui sejarah Mas Trip tersebut.
Untuk itu pemkot Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengadakan sarasehan terkait sejarah Trip kepada siswa, mahasiswa dan guru sejarah di Kota Malang.
”Kami mengharapkan dukungan masyarakat, sehingga nanti bisa kami angkat menjadi pelajaran sejarah,” tuturnya.
Dia berharap proses kajian tersebut segera selesai, dan nanti dapat diterapkan kepada pelajar SD dan SMP.
Berikutnya akan dikembangkan untuk pelajaran SMA hingga kuliah.
”Harapannya masyarakat terutama generasi muda dapat menjiwai semangat perjuangan pahlawan Trip ini,” imbuhnya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana