Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Pistol Milik Gepeng yang Membuat Anggota Srimulat Dipenjara

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 12 Agustus 2024 | 23:15 WIB
BAGIAN SEJARAH: Komeng melihat pistol asli yang disimpan di dalam kotak kaca Museum Srimulat, Kota Batu, pada 8 Agustus lalu. Pistol itu pernah membuat Gepeng (anggota Srimulat) dihukum lima tahun.
BAGIAN SEJARAH: Komeng melihat pistol asli yang disimpan di dalam kotak kaca Museum Srimulat, Kota Batu, pada 8 Agustus lalu. Pistol itu pernah membuat Gepeng (anggota Srimulat) dihukum lima tahun.

TIDAK sulit untuk menemukan Museum Srimulat yang terletak di Jalan Mardian, Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Akses ke gedung tersebut sudah diberi penanda di sepanjang kiri dan kanan jalan.

Dulu merupakan Pasar Wisata Roh Joyo Batu.

Tahun lalu mulai dirombak untuk dijadikan museum dan resmi di-launching pada 8 Agustus 2024.

Kini, bangunan bernuansa putih dan hijau itu terbagi menjadi dua area.

Di sebelah kiri terdapat tempat untuk menikmati ragam kuliner.

Sementara di sebelah kanan dimanfaatkan sebagai gedung Museum Srimulat.

Ditandai dengan poster-poster lama Srimulat di bagian depan museum.

Ada salah satu poster yang dilukis ulang ke tembok.

Posisinya di atas tulisan Museum Srimulat.

Sementara di bagian bawah tulisan terdapat posterposter lawas yang ditata seperti poster film di gedung bioskop.

Ketika memasuki museum, sayup-sayup terdengar lagu karya Roberto Delgado yang berjudul Whiskey and Soda.

Lagu tersebut selalu digunakan sebagai musik latar untuk membuka penampilan Srimulat.

Museum dibagi menjadi beberapa area.

Pertama, pengunjung akan melihat foto-foto dokumentasi para pendiri Srimulat yang sedang pentas.

Di sana juga terdapat mesin ketik, tiket, serta naskah asli yang ditulis oleh sang pendiri Srimulat, Teguh Slamet Rahardjo.

Poster pertunjukan Srimulat mulai tahun 1949 hingga 1956 juga terpampang rapi.

Pada area kedua terdapat piringan hitam dan kaset pita yang menyimpan dokumentasi pertunjukan Srimulat.

Properti syuting seperti Handy Talkie (HT), majalah, pemutar film jadul, pisau, kacamata, dan lainnya ikut ditampilkan.

Tak ketinggalan, sejumlah cincin batu akik milik Tessy ikut mewarnai koleksi di museum.

Area selanjutnya merupakan zona tematis.

Mulai dari rangkaian alat musik yang digunakan Srumulat saat manggung, kostum drakula dan kuntilanak, hingga camilan permen dan makanan tempo dulu.

Ada juga kursi penonton berwarna putih yang berjejer rapi.

Di area terakhir terdapat 100 wayang golek yang dibuat menyerupai tokoh Srimulat.

Seperti Teguh, Jujuk, Gepeng, Basuki, Tessy, Nunung, Tarsan, dan lainnya.

Di sudut area tersebut juga terpampang pistol asli milik Gepeng yang membuatnya harus berurusan dengan hukum.

Semua koleksi di museum itu merupakan barang asli yang disumbangkan para tokoh Srimulat yang masih hidup maupun keluarganya.

Semula koleksi itu tersimpan di Museum Gubug Wayang yang berada di Mojokerto.

Kemudian, seribu di antaranya dipindahkan ke museum baru di Kota Batu.

”Ini merupakan tahap awal. Kami fokus mengenalkan dulu sejarah awal perjalanan Srimulat di era Pak Teguh dan Bu Jujuk.

Nanti koleksi akan terus ditambah,” kata Direktur Operasional Gubug Wayang Grup Zura Nurja Ana.

Perempuan kelahiran 1999 itu menjelaskan, grup lawak Srimulat memang berkembang di beberapa kota.

Seperti Surakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.

Perkembangan Srimulat di Jawa Timur termasuk yang paling pesat.

Karena itu, Zura dan timnya memilih Kota Batu sebagai tempat untuk mendirikan Museum Srimulat.

Sebelumnya, pihak Gubug Wayang Grup telah melakukan pameran barang-barang Srimulat di Surabaya dan Solo.

Melihat antusias pengunjung dua event tersebut, pameran serupa dilakukan di Kota Batu tahun ini.

”Kami melihat Kota Batu sebagai pusat pariwisata Jawa Timur. Keberadaan Srimulat di Jatim juga disambut sangat baik,” jelas lulusan Universitas Negeri Malang tersebut Pada acara launching, Toto Muryadi atau yang populer dengan nama Tarzan turut menyumbangkan sepatu serta kostum yang biasa dia pakai saat manggung dulu.

Tarzan juga menyampaikan apresiasi atas dibangunnya Museum Srimulat di Kota Batu.

”Museum ini menjadi bukti nyata perjalanan Srimulat dalam memberikan hiburan bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Tatang yang merupakan putra komedian Gepeng juga ikut menghadiri acara launching.

Dia sempat menunjukkan kepada Komeng (pelawak yang terpilih menjadi anggota DPD RI) pistol asli milik ayahnya dulu yang kini disimpan di salah satu kotak kaca museum.

Senjata itu dimiliki Gepeng pada 1983 dan membuatnya dihukum lima bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Solo.

Gepeng bebas setelah mendapatkan grasi dari Presiden Soeharto.

Di kotak kaca yang sama terdapat tiga botol minuman keras dengan merek Jack Daniels dan Black Label.

Komeng pun bertanya apakah minuman beralkohol merupakan peninggalan almarhum Gepeng.

Jika benar, maka harganya akan sangat mahal.

Tapi, Tatang malah berkelakar bahwa botol tersebut hanya untuk menambah koleksi museum.

“Jika minuman itu milik Gepeng, pasti sudah habis semua. Kalau masih ada, saya sendiri yang akan minum,” katanya sembari ngakak. (sif/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#anggota srimulat #pistol #Gepeng #dipenjara