Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makan Rp 100 Miliar! Sebesar Itu Anggaran Preservasi Jalan Nasional Jawa Timur Sidoarjo sampai Kepanjen Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 14 Agustus 2024 | 19:00 WIB
ANTISIPASI KECELAKAAN: Warga membersihkan material untuk pengurukan jalan yang meluber ke aspal di Jalan Laksamana Martadinata kemarin (13/8).
ANTISIPASI KECELAKAAN: Warga membersihkan material untuk pengurukan jalan yang meluber ke aspal di Jalan Laksamana Martadinata kemarin (13/8).

MALANG KOTA – Jalan nasional di Kota Malang kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Salah satunya adalah ruas Jalan Gatot Subroto sampai Jalan Laksamana Martadinata, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen.

Di ruas itu sedang berlangsung preservasi jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional Reza Maulana mengatakan kegiatan preservasi dilakukan mulai Juli lalu.

Sampai saat ini, progres pengerjaannya sudah mencapai 85 persen.

”Kami targetkan selesai September mendatang,” ujarnya kemarin (13/8).

Ada beberapa pengerjaan yang dilakukan di ruas jalan sepanjang 700 meter tersebut.

Antara lain penggalian dan pembongkaran gorong-gorong di badan jalan.

Selain itu juga pengerukan dan pengurukan hingga pengaspalan kembali menggunakan teknik overlay (pekerjaan lapis tambahan).

Untuk ruas di Jalan Gatot Subroto sampai Jalan Laksamana Martadinata (depan BCA KCU Malang) hanya dilakukan pengaspalan.

Sementara dari Jalan Laksamana Martadinata sampai Flyover Kotalama dilakukan dua pekerjaan.

Selain pengaspalan ada penggalian kembali gorong-gorong existing agar bisa tersambung dengan saluran lain di bawah trotoar.

Untuk melakukan preservasi jalan, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 100 miliar dari APBN 2023.

Dana tersebut tidak hanya digunakan memperbaiki satu ruas jalan di Kota Malang.

Perbaikan jalan juga dilakukan mulai Kabupaten Sidoarjo hingga Kepanjen, Kabupaten Malang.

Secara keseluruhan, perbaikan sudah berlangsung sejak 2023.

Namun, untuk Kota Malang baru terealisasi tahun 2024.

”Jalan nasional kerap dilewati kendaraan berat seperti truk. Karena itu, pemerintah rutin melakukan preservasi. Baik perawatan maupun perbaikan agar jalan tetap berfungsi optimal,” terang Reza.

Ke depan, pihaknya berencana mengajukan preservasi untuk Jalan Raden Intan.

Namun, detail kegiatan preservasi masih akan dikaji bersama peneliti proyek.

Agar tidak mengganggu lalu lintas, Reza menyebut kegiatan preservasi dilakukan pada malam hari.

Hal itu juga sesuai koordinasi dengan Polresta Malang Kota.

Pantauan koran ini kemarin siang di Jalan Laksamana Martadinata, sebagian material yang akan digunakan untuk menguruk jalan meluber ke badan jalan yang belum diperbaiki.

Menurut salah satu pegawai yang bekerja di sekitar Jalan Laksamana Martadinata, Rohman Aris, ada pengendara motor Honda Genio Merah yang sempat terjatuh akibat material yang tersebar di jalan.

"Jadi kami langsung berinisiatif membersihkan,” ucapnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Tuntas #preservasi jalan #target #martadinata #Kota Malang