Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jijiknya, Tembusan Jalan Gadang Kota Malang Jadi TPS Liar

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:00 WIB

KOTOR: pengendara motor melintas di tembusan Jalan Gadang yang penuh dengan sampah kemarin (19/8). Warga RW 4 Kelurahan Gadang sempat kerja bakti melakukan pembersihan, tapi para pembuangsampah terus
KOTOR: pengendara motor melintas di tembusan Jalan Gadang yang penuh dengan sampah kemarin (19/8). Warga RW 4 Kelurahan Gadang sempat kerja bakti melakukan pembersihan, tapi para pembuangsampah terus

MALANG KOTA – Setelah mendapat perbaikan pada 2021, tembusan Jalan Gadang justru menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar.

Warga setempat pun mengeluh.

Hingga kini belum ada langkah yang bisa mencegah tindakan membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

Pantauan wartawan koran ini kemarin, tembusan Jalan Gadang yang dipenuhi sampah masuk wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Gadang.

Lebar jalan tersebut sekitar dua meter.

Tapi kini hanya bisa dilintasi satu motor karena sebagian besar tertutup sampah.

Padahal, tidak jauh dari lokasi itu ada dua TPS.

Baca Juga: Persoalan Sampah di Kabupaten Malang Belum Tuntas, Dewan Berharap Tertangani 100 Persen

Sampah yang memenuhi jalan tersebut bermacammacam.

Ada sampah plastik, pasir kucing, popok, kardus, dan material sampah yang sudah terbakar.

Kebanyakan dibuang oleh orangorang dari luar RW 4 Kelurahan Gadang.

Ketua RW 4 Kelurahan Gadang Hadi Purwanto mengatakan, perangkat setempat sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya agar tembusan Jalan Gadang bersih dari sampah.

Mereka pernah membuat banner sebanyak tiga kali dan papan kayu kecil.

Isinya berupa peringatan agar orangorang yang melintas tidak membuang sampah sembarangan.

”Tapi semua peringatan yang kami buat tidak digubris. Malah dirusak,” keluh dia kemarin (18/8).

Baca Juga: Lewat BRI Peduli - BRInita, Kelompok Dasawisma Pisang di Palembang Sulap TPS Liar Jadi Urban Farming yang Bernilai Ekonomis

Hadi bahkan pernah mengajak warga setempat untuk kerja bakti.

Semula warga semangat membersihkan jalanan dari sampah.

Namun, karena sampah sampah terus berdatangan, mereka merasa kerja bakti itu tidak ada gunanya.

Saking jengkelnya, Hadi bersama perangkat setempat pernah membiarkan sampah menumpuk dan meluber.

Tujuannya agar orang-orang yang melintas merasa terganggu sekaligus memberi efek jera.

Hasilnya tetap saja ada yang buang sampah di lokasi itu.

”Istri saya mencoba mengawasi mulai pukul 05.00 sampai 05.30. Tapi orang yang membuang sampah baru menampakkan diri setelah istri saya pergi,” ungkap dia.

Pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang agar sampah sampah itu bisa diangkut.

Rencananya hari ini (19/8) sampah akan diambil DLH.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Roni Kuncoro menyatakan, pembersihan jalan yang lokasinya di gang sebenarnya kewajiban warga setempat.

Namun, pihaknya akan berkomunikasi dengan RW untuk menggelar kerja bakti.

Roni juga mengimbau agar masyarakat rutin membuang sampah TPS.

Bisa juga dengan mengolah sampah secara swakelola.

”Caranya menunjuk petugas sampah di tingkat RW untuk meng angkut sampah ke TPS ter dekat,” jelasnya.

Warga setempat pun boleh membuat peraturan.  

Misalnya melalui tulisan larangan atau menanam pohon di sana agar tidak digunakan menjadi tempat pembuangan sampah liar. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tps liar #Sampah Sembarangan #Kota Malang #Gadang