Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ternyata Begini Dampak Positif Stress Room seperti Plaanet Stress Malang, Psikolog Tekankan Pentingnya Anger Management

Bayu Mulya Putra • Rabu, 4 September 2024 | 02:15 WIB

LUAPAN AMARAH: Pengunjung Plaanet Stress menuliskan uneg-unegnya setelah meluapkan emosi dengan menghancurkan barangbarang yang disediakan di sana.
LUAPAN AMARAH: Pengunjung Plaanet Stress menuliskan uneg-unegnya setelah meluapkan emosi dengan menghancurkan barangbarang yang disediakan di sana.

MELUAPKAN emosi tanpa merugikan orang lain.

Itu menjadi poin utama yang diusung stress room.

Wakil Ketua II Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malang Nirma Yullidya SPSi MPSi mendukung hal tersebut.

Menurut dia, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan  untuk mengendalikan amarah ke arah yang sehat dan efektif.

Baca Juga: Kejari Hancurkan 30 Handpone Barang Bukti

 Misalnya berlatih relaksasi, mengatur pola pikir, melakukan kegiatan yang menyenangkan.

”Akan lebih baik bila dilakukan bersama orang-orang yang dikehendaki. Misalnya teman atau keluarga,” tuturnya.

Atau bisa konsultasi ke tenaga ahli psikolog untuk mengetahui cara mengendalikan emosi yang tepat.

 Penyaluran emosi dengan menghancurkan barang-barang seperti di rage room cocok untuk melampiaskan amarah secara instan.

Namun dampaknya hanya bersifat sementara.

 Tempat itu bisa jadi cocok untuk individu yang memiliki problem pada anger management.

”Harap diingat, menghancurkan barang dapat memunculkan perilaku agresi dan kesulitan mengendalikan emosi di kemudian hari,” imbuh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Baca Juga: Harga Sayur-Mayur Anjlok, Petani di Kota Batu Hancurkan Hasil Panen

 Sehingga menjadi hal yang utama bagi seseorang yakni mengenali rasa marahnya.

Marah terhadap apa, kapan, di mana, apa penyebabnya dan bagaimana bisa terjadi.

Juga apa yang kemudian dirasakan dan dipikirkannya saat ini.

Sehingga dia dapat mengetahui apa saja usaha yang dapat dilakukan saat itu terjadi kembali. 

Kelegaan sesaat yang didapatkan setelah menghancurkan barang-barang, menurut Nirma bukan berarti amarahnya tersalurkan. Itu hanya menghilangkan energi marahnya.

Sementara perasaan marah dan tidak terima akan suatu hal tetap ada dalam diri seseorang. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#HIMPSI #Stress #emosi #malang