MALANG KOTA - Keterbatasan APBD membuat Pemkot Malang harus memutar cara untuk membiayai sejumlah program.
Salah satunya pembangunan fisik.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemkot mencoba melirik alternatif pendanaan lain untuk pembangunan.
Salah satunya melalui corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Rp 40 Juta untuk Event Tahunan Kecamatan di Kabupaten Malang, Sumber Dana APBD
Peran dari swasta diharapkan meningkat pada tahun 2025.
Sebagai informasi, salah satu proyek pada tahun ini yang mengandalkan CSR adalah revitalisasi Alun-Alun Merdeka.
Proyek tersebut mendapat bantuan dari Bank Jatim.
Totalnya sekitar Rp 5 miliar.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menuturkan, pada tahun depan, salah satu program yang ditawarkan kepada swasta adalah perbaikan sekolah.
Seperti ditkahui, jumlah sekolah rusak berat di Kota Malang sebanyak 58 bangunan.
”Selain mengandalkan APBD dan APBN. Swasta bisa berperan di sini, agar ada percepatan pembangunan,” ujarnya.
Baca Juga: 15 PKL Alun-Alun Merdeka Kota Malang Diangkut Paksa Satpol PP
Isu lainnya yang melibatkan pihak swasta yaitu keberlanjutan gedung Malang Creative Center (MCC).
Selain itu, juga terkait dengan pembinaan atlet jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025.
Beberapa isu strategis lain seperti revitalisasi tiga pasar di Kota Malang yakni Pasar Besar, Pasar Blimbing dan Pasar Gadang juga diusulkan bisa memakai peran swasta.
”Maka saya akan lakukan diskusi untuk memetakan program yang kami susun dengan mengandalkan dana pemerintah maupun swasta. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana