MALANG KOTA - Menjelang Pilkada 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mulai menggencarkan layanan jemput bola untuk pengurusan E-KTP di kalangan pelajar.
Sebab, hingga kini masih ada 7.000 pelajar yang belum melakukan perekaman E-KTP.
Padahal, ribuan pelajar tersebut masuk dalam kategori pemilih potensial.
Mereka bisa menggunakan hak pilihnya pada 27 November saat pencoblosan dimulai.
Maka dari itu, dispendukcapil hanya punya waktu dua bulan saja untuk menuntaskan perekaman E-KTP 7.000 pelajar.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi, Administrasi Kependudukan, dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang M. Wahyu Hidayat mengatakan, target perekaman E-KTP itu didasarkan pada data DP4 Dapodik.
Data tersebut terintegrasi dengan sistem dari dispendukcapil.
Jumlah total E-KTP pemula ada sekitar 10 ribu pelajar.
”Namun, yang baru kami selesaikan ada 3 ribu pelajar,” kata dia, kemarin.
Karena itu, pihaknya sedang menggencarkan jemput bola di lingkungan sekolah.
Beberapa hari terakhir, ada sekolah-sekolah yang sudah didatangi.
Antara lain di SMAN 9, SMAN 7, SMKN 4, dan SMKN 2 Malang.
Dalam satu kali jemput bola, dispendukcapil bisa menjaring 150-200 pelajar.
Ke depan, pihaknya juga tetap melakukan jemput bola ke sejumlah sekolah lainnya.
Selain untuk kebutuhan Pilkada, Wahyu menyebut kalau perekaman E-KTP juga bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
”Misalnya saja untuk mendapat beasiswa hingga akses ke layanan kesehatan,” terang pejabat eselon III B Pemkot Malang itu. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana