Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

17 Area Alun-Alun Merdeka Segera Direvitalisasi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 19 September 2024 | 01:30 WIB

 

Photo
Photo

Ada Perubahan setelah Forum Konsultasi Publik

MALANG KOTA- Dirancang sejak Agustus 2023, revitalisasi Alun-Alun Merdeka tak kunjung terlaksana.

Seperti diberitakan, wacana awalnya muncul setelah Pemkot Malang meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bank Jatim

Hasilnya, disepakati bahwa revitalisasi bakal menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) Bank Jatim.

Semula, dana yang dialokasikan senilai Rp 5,98 miliar.

Kini kabarnya turun menjadi Rp 5,5 miliar.

Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan yang menjabat sejak Agustus mengetahui problem tersebut.

Secara khusus, dia meminta agar ada action untuk proyek tersebut.

Dari informasi terakhir yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, pengerjaan bakal dimulai bulan Oktober mendatang.

Diawali dengan pengerjaan konstruksi.

Kabar tersebut disampaikan Herijadi, Person in Charge (PIC) Revitalisasi Alun-Alun Merdeka dari Bank Jatim.

”Kami sudah koordinasi dengan pemkot. Segera kami persiapkan pelaksanaan pengerjaannya,” ucapnya.

Herijadi melanjutkan, bulan ini pihaknya masih dalam proses lelang untuk menentukan pelaksananya.

Jika sudah selesai, baru dilakukan tahap klarifikasi berkas dan negosiasi dengan pelaksana.

Berdasar data yang diterima koran ini, dana CSR senilai Rp 5,98 miliar awalnya diplot untuk melakukan tujuh pengembangan.

Dalam rencana anggaran biaya yang sudah disusun, pengembangan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama membutuhkan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar.

Anggaran itu untuk pengerjaan lighting senilai Rp 612,1 juta, air mancur senilai 1,85 miliar, pengerjaan plaza shaf aspal di Jalan Merdeka Barat senilai Rp 1 miliar, dan sisanya perencanaan.

Sementara tahap kedua meliputi perluasan playground senilai Rp 653 juta, pengerjaan outdoor gym senilai Rp 308,7 juta, rehabilitasi skate park senilai Rp 212,5 juta, serta pengerjaan dekorasi dan rumput senilai Rp 380 juta.

Total anggaran untuk tahap kedua senilai Rp 1,84 miliar.

Untuk diketahui, nominal dana CSR Bank Jatim hampir sama dengan kucuran dana CSR BRI pada 2015.

Saat itu, pemkot juga mendapat bantuan dana CSR senilai Rp 5,9 miliar untuk revitalisasi Alun-Alun Merdeka.

Salah satunya untuk mengimpor mesin air mancur dari Tiongkok.

Kemudian ada pengadaan beberapa lampu sorot.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengestimasi, proses pengerjaan paling lama berlangsung sembilan bulan.

”Perkiraan kami, konstruksi fisik bisa selesai akhir 2024,” kata dia.

Sayangnya jadwal pasti pengerjaan Alun-Alun Merdeka belum diketahui.

Namun, pemkot sudah meminta agar pengerjaan segera dimulai dan selesai dalam lima bulan.

Tujuannya agar Alun-Alun Merdeka bisa dikunjungi saat bulan Ramadan tahun 2025.

Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra mengatakan, saat ini konsep revitalisasi Alun-Alun Merdeka sudah matang.

Tidak ada perubahan lagi.

”Sebelumnya ada beberapa kali perubahan, karena kami menyesuaikan dengan hasil dari forum konsultasi publik,” jelas dia.

Menurut Laode, ada 17 pengerjaan yang bakal dilakukan dalam revitalisasi di Alun-Alun Merdeka (selengkapnya baca grafis).

Contohnya seperti penataan air mancur dengan perpaduan menjadi stage di tengah dan dry fountain.

Kemudian ada perluasan area playground.

Dari yang sebelumnya dua petak di sebelah barat, akan ditambah satu petak di sebelah timur.

Rencananya, fasilitas playground akan diimpor dari Malaysia.

DLH juga ada permintaan penambahan vegetasi, berupa rumput-rumput dan bunga dia area seluas 1,7 hektare.

”Karena sering ada anak-anak yang bermain sampai rumputnya terinjak dan rusak,” terang pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Sambil menunggu revitalisasi, DLH tetap melakukan pemeliharaan rutin dan penambahan fasilitas.

Sebagai contoh pada Agustus 2023 lalu, mereka menambah lampu penerangan.

Terdiri dari delapan lampu klasik, 21 unit penerangan jalan umum (PJU), dan 70 lampu sorot.

Saat itu, anggarannya dimasukkan dalam APBD 2023 dengan nominal Rp 727 juta.

Di tempat lain, secara khusus Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan meminta agar revitalisasi bisa tuntas bulan Januari 2025.

”Kami mengerti lah, berapa waktunya yang dibutuhkan revitalisasi itu. Kalau dibilang butuh lima bulan, itu terlalu lama sekali,” terang dia.

Iwan tahu bila pihak Bank Jatim sudah melakukan tender.

Itu membuktikan bila anggarannya telah siap.

Sehingga, Iwan meyakini bila prosesnya tidak akan molor sampai bulan Mei 2025.

”Paling cepat bisa tiga bulan, selambat-lambatnya empat bulan,” imbuhnya.

Ditanya terkait apakah ada rencana peninjauan ulang terhadap PKS dengan Bank Jatim, Iwan mengaku masih belum.

Pihaknya masih percaya dengan komitmen Bank Jatim saat pertemuan terakhir.

”Sejauh ini dari Bank Jatim juga belum informasi ke saya terkait perubahan waktu. Jadi masih sesuai target yang kami sepakati, maksimal Januari,” tegas mantan pejabat Kemendagri itu.

Iwan berharap, pemilihan tender bisa selesai bulan ini.

Kemudian, Oktober dilakukan pengerjaan.

Dengan itu, masih ada sisa tiga bulan hingga Desember.

Atau empat bulan hingga Januari 2025.

Anggota DPRD Kota Malang Fathol Arifin mendukung langkah Pemkot Malang dalam memberi penekanan kepada Bank Jatim.

Meski itu merupakan bantuan, dia menyebut bila pemkot berhak menuntut dilakukannya percepatan.

Sebab, menurut Fathol, rencana ini sudah disepakati sejak 2023.

”Kalau pembatalan kerja sama, sebaiknya jangan dulu. Sebab, kalau menggunakan APBD cukup tinggi (kebutuhannya), bisa digunakan (untuk) program lain,” tutur Fathol. (mel/adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Alun Alun Merdeka #Segera #Area #malang #17 #Direvitalisasi